Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK)--Antara/Wahyu Putro
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK)--Antara/Wahyu Putro

Dibantu Negara Tetangga, JK Optimis Dapat Titik Terang soal AirAsia QZ8501

Dheri Agriesta • 29 Desember 2014 14:48
medcom.id, Jakarta: Pagi ini, proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501 kembali dimulai di sekitar perairan Belitung Timur. Banyaknya partisipasi dari dalam negeri dan luar negeri, diyakini dapat memberikan titik terang untuk menemukan pesawat tersebut.
 
"Saya kira dengan begitu banyaknya partisipasi, dalam negeri kita kerahkan 20 kapal, pesawat terbang hampir 15 unit, kemudian dari Malaysia, Singapura. Saya yakin, dalam waktu singkat kita sudah bisa mengetahui indikasi-indikasi," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2014).
 
Hingga saat ini, sambung JK, pencarian burung besi berpenumpang 155 orang ini masih terus berlangsung. Berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri terus bergerak bahu membahu mencari pesawat itu.

Bantuan yang diberikan pihak asing, lanjut JK, pesawat dari Singapura dan Malaysia sudah sampai di Indonesia. Sedangkan kapal laut dikabarkan masih dalam perjalanan. Hingga saat ini, belum diketahui pasti keberadaan pesawat tersebut.
 
"Jadi sore ini mungkin kita mengetahui apa yang dihasilkan, saya sendiri mau ke Surabaya sementara ini," tambah pria asal Makassar itu.
 
Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Bandara Juanda, Surabaya-Bandara Changi, Singapura, hilang kontak sekira pukul 06.17 WIB kemarin. Pesawat itu terakhir kali terpantau radar ada di sekitar perairan Belitung.
 
Burung besi jenis Airbus A320-200 itu membawa 155 penumpang, 149 di antaranya warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pukul 8.30 waktu Singapura. Pesawat yang hilang tercatat dengan nomor registrasi PK-AXC.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan