Lokakarya Cetak Biru Sisnas Diklat PIP di Ballroom Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 November 2021 (Foto:Dok.BPIP)
Lokakarya Cetak Biru Sisnas Diklat PIP di Ballroom Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 November 2021 (Foto:Dok.BPIP)

Pancasila Penguat Ketahanan Nasional

Rosa Anggreati • 30 November 2021 16:51
Jakarta: Cetak biru Sistem Nasional Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (Sisnas PIP) yang telah disusun dibahas dari berbagai perspektif. 
 
Salah satunya memiliki pandangan dari kalangan TNI/Polri serta politik, hukum, dan keamanan. Berbagai perspektif tersebut dibahas pada sesi pertama Lokakarya Cetak Biru Sisnas Diklat PIP di Ballroom Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 November 2021.
 
Kemenko Polhukam menyambut baik adanya cetak biru Sisnas Diklat PIP untuk dapat segera diimplementasikan. Asisten Deputi Bidang Koordinasi Wawasan Kebangsaan Kemenko Polhukam Cecep Agus Supriatna mengatakan, peran BPIP saat ini sangat strategis dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPIP lahir atas kebutuhan bangsa dan negara dalam menjaga Ideologi Pancasila di tengah bermunculannya organisasi yang berupaya menggeser ideologi Pancasila di Tanah Air.
 
"Pancasila selama ini telah mengalami penurunan, khususnya wawasan para pelajar. Kementerian dan lembaga juga pelaksanaannya kurang terencana dan terkoordinasi, ideologi Pancasila masih lemah di TNI/Polri maupun ASN," kata Cecep.
 
Berdasarkan survei Lemhanas, indeks ketahanan nasional dalam gatra Ideologi Bangsa Indonesia hanya menunjukkan angka 2,44 persen. Gambaran lain, sejumlah elemen bangsa mengalami degradasi Ideologi Pancasila, di antaranya sebanyak 33 persen guru terkontaminasi paham untuk mendirikan negara Islam. Termasuk 3 persen anggota TNI terpapar paham radikalisme.
 
Oleh sebab itu, pihaknya memberikan sumbang saran, metode internalisasi nilai-nilai Pancasila agar dapat dikembangkan sesuai dengan sasaran pada lingkup masyarakat. Selain itu, Pancasila agar ditempatkan sebagai ideologi terbuka, serta bekerja sama dengan Kemendikbud untuk melaksanakan PIP pada pendidikan jenjang menengah dan tinggi.
 
"Pancasila sebagai dasar negara harus kita pertahankan. Kemenkopolhukam melakukan kajian dalam rangka penerapan nilai-nilai Pancasila. Dan kami juga melihat kebutuhan itu dan perlu menguatkan Pancasila dalam pendidikan formal, non formal, informal.
 
BPIP perlu menghadirkan nilai-nilai Pancasila, meningkatkan kewaspadaan, dan menciptakan suasana serba Pancasila di kehidupan bermasyarakat," katanya.
 
Sementara itu, dalam reviu cetak biru Sisnas Diklat PIP dari TNI juga disampaikan oleh Direktur Pusat Informasi dan Teritorial Pusterad TNI, Mayjen Burlian. Ia menyebutkan, Pancasila itu sakti. ‘Kesaktiannya’ mampu menjawab berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi masyarakat dan lingkungannya. Salah satu tantangan yang dihadapi bangsa saat ini adalah adanya proxy war yang menyerang mental dan mempengaruhi karakter bangsa. Perubahan karakter disebabkan oleh tindakan dan kebiasaan.
 
"Pancasila ini sakti, bisa menjadi jalan keluar atas permasalahan di Indonesia. Jalan setapak menuju manusia Pancasila, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian ini yang harus kita tempuh dan wujudkan demi mempertahankan kesatuan bangsa," ujarnya.
 
Burlian memaparkan, adanya alur pembangunan karakter yang patut dipahami. Penglihatan dan pendengaran mempengaruhi hati nurani. Hati nurani mempengaruhi pikiran. Pikiran digambarkan melalui ucapan. Ucapan menunjukkan karakter. Penguatan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila perlu segera dilakukan.
 
"Mewujudkan manusia Pancasila itu tidak mudah. Sebagaimana kita tahu Pancasila itu banyak sekali harapan dan cita-cita yang terkandung di dalamnya. Nilai Pancasila berbasiskan nilai filsafat idealisme yang bersifat spiritual ditengah sifat dasar manusia yang materialistis. Kondisi bangsa Indonesia harus memiliki kesatuan," tuturnya.
 
Selain dari TNI, Kepolisian Republik Indonesia melalui Analis Kebijakan Madya Biro Dalpers SSDM Polri, Kombes Langgeng Purnomo menyambut baik dan siap bergotong royong melaksanakan Sisnas Diklat PIP di lingkungan Polri. Langgeng memaparkan kekuatan Polri, baik secara kuantitas anggota maupun fasilitas diklat Polri yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila.
 
Langgeng menekankan, Diklat PIP bukan hanya untuk mewujudkan SDM yang unggul, melainkan bertujuan untuk memenangkan perang, seperti proxy war, perang asimetris, dan perang hibrida.
 
"Jati diri bangsa Indonesia adalah manunggal yang keimanan dan kemanusiaan. Landasan ideal adalah Pancasila, landasan konstitusional adalah UUD 1945, dan landasan konsepsional yaitu wawasan nusantara," ucapnya.
 
(ROS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif