Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Pemerintah Didesak Hentikan Peredaran Vape

Nasional rokok rokok elektrik
Jufriansyah • 16 Januari 2020 06:00
Jakarta: Ketua Tobacco Control Center IAKMI, dr. Sumarjati Arjoso mendesak pemerintah menghentikan peredaran vape atau rokok elektrik. Menurut dia, vape juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan.
 
Sumarjati mengatakan, pemerintah harus membuat aturan pelarangan penggunaan vape di Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus peduli dengan kesehatan masyarakat.
 
"Kami mendesak pemerintah, bukan (kementrian) kesehatan saja, tetapi keseluruhan, mungkin dalam sidang Kabinet Presiden meyampaikan larangan penggunaan vape, karena menambah masalah baik bagi kesehatan maupun bonus demografi dan indonesia emas 2045," kata Sumartjati di Jakarta Selatan, Rabu 15 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Tobacco Control Center IAKMI, sejumlah lembaga juga menyatakan sikap yang sama, di antaranya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Selain itu, Kementrian Kesehatan juga menyatakan sikap yang sama mengajak semua elemen masyrakat untuk menolak peredaran vape di Indonsia.
 
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto, mengatakan, rokok elektrik sama berbahanya dengan rokok konvensional. Menurut agus, ada kasus di Indonesia, seorang pasien pengguna rokok elektrik terpaksa menggunakan selang di paru-parunya.
 
"Pasien itu mengalami pneumothorax atau paru-paru bocor, sehingga harus dipasangi selang. Selama 10 tahun memakai rokok konvensional tidak ada keluhan, begitu dia pakai rokok eletrik 6 bulan sudah pneumothorax. Sekarang dia kapok nggak mau pakai kedua-duanya," kata Agus.
 
Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Johan Sumantri sebelumnya mengaku siap bekerja sama dengan menteri kesehatan yang mengedepankan pentingnya kajian ilmiah terkait rokok elektrik atau vape. Pernyataan tersebut merespons komentar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengenai permasalahan rokok elektrik.
 
Dalam konteks ini, Johan mengaku pihaknya sepakat dengan pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bahwa kajian ilmiah terhadap rokok elektrik masih minim di Indonesia. Karena itu, AVI mengajukan diri untuk terlibat. Jika Kemenkes melakukan kajian ilmiah AVI siap untuk membantu mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk riset.
 
"Kami juga sudah mengirimkan surat untuk berdialog bersama Bapak Menkes dan masih menunggu respons dari pihak beliau," kata Johan beberapa waktu lalu.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif