Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Menhan Anggap Rencana Pembunuhan Gertak Sambal

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Dheri Agriesta • 29 Mei 2019 15:46
Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menilai ancaman pembunuhan terhadap empat pejabat negara tak serius. Pelaku, jelas dia, tak akan berani melakukan hal itu.
 
"Biasalah (gerakan), ‘Entar gua gebukin lu'. Kan belum tentu digebukin, gitu kan," kata Ryamizard di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Dia tak yakin ada pihak yang berani melakukan tindakan keji itu. Seharusnya, masyarakat menghormati para pemimpin seperti pejabat negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ryamizard mengaku tujuan rencana pembunuhan itu terkait politik. Hal tersebut, kata dia, biasa terjadi dalam politik.
 
"Kita tahu sendirilah yang namanya politik begitu, saya bukan orang politik soalnya," kata Ryamizard.
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan empat tokoh nasional yang jadi target pembunuhan dalam aksi kericuhan Rabu, 22 Mei 2019. Nama-nama ini muncul dari hasil pemeriksaan enam tersangka yang ditangkap atas dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional.
 
Empat tokoh yang menjadi target pembunuhan adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan. Selain keempat pejabat negara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya juga masuk dalam target tersebut.
 
Baca: Presiden Disebut Menjadi Target Utama Pembunuhan
 
Sementara itu, pengamat intelijen Mohammad Dahrin La Ode menilai rencana pembunuhan kepada sejumlah pejabat negara merupakan ancaman terhadap Presiden, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Kepala Negara dianggp menjadi target utama kebencian pelaku.
 
Laode mengatakan terbongkarnya rencana pembunuhan empat pejabat negara membuat ancaman keamanan negara meningkat. Para pejabat negara dan kepala lembaga diminta tak boleh gentar dengan ancaman itu.
 
"Presiden ini harus jaga keamanannya betul-betul dan para menteri kabinet juga pejabat negara tidak boleh bergeser loyalitasnya kepada Presiden. Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) harus benar-benar jaga Jokowi dan JK, pun intelijen, TNI, dan Polri," tegas La Ode saat dihubungi Medcom.id, Senin, 27 Mei 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif