Jakarta: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bersama dengan beberapa kementerian lain menggelar pameran dan temu bisnis (business matching) tahap dua untuk alat kesehatan, sebagai upaya mempercepat penyerapan produk dalam negeri dan UMKM dari pemerintah.
Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi belanja barang dan jasa pemerintah senilai Rp1.841 triliun dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp420 triliun.
Pada 2022, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menganggarkan belanja alat kesehatan dan obat-obatan dalam negeri berbasis UMKM senilai Rp28 triliun. Anggaran tersebut setara dengan 78 persen anggaran Kemenkes pada 2022.
“78 persen itu kita inginkan itu pembeliannya (alat kesehatan dan obat-obatan) bisa di dalam negeri,” ujar Budi dalam tayangan Zona Bisnis di Metro TV, Kamis, 14 April 2022.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut agenda ini dapat memacu pemerintah pusat, daerah, hingga BUMN untuk memanfaatkan produk yang berkualitas. Sehingga, dapat menghentikan impor dan menaikkan pertumbuhan ekonomi negara sebesar 1,5 persen.
“Harus diakui sekarang ini 97 persen penyedia lapangan kerja itu adalah UMKM,” kata Teten.
Penganggaran dari instansi-instansi yang berpartisipasi dalam program temu bisnis dilakukan secara transparan dengan melihat e-katalog yang dapat diakses bersama demi menghindari tindak pidana korupsi. Diharapkan dengan adanya program ini, nilai transaksi dan kontrak kerja sama antar UMKM bisa mencapai Rp539 triliun. (Hana Nushratu)
Jakarta:
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bersama dengan beberapa kementerian lain menggelar pameran dan temu bisnis (business matching) tahap dua untuk
alat kesehatan, sebagai upaya mempercepat penyerapan
produk dalam negeri dan
UMKM dari pemerintah.
Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi belanja barang dan jasa pemerintah senilai Rp1.841 triliun dan Badan Usaha Milik Negara (
BUMN) senilai Rp420 triliun.
Pada 2022, Menteri Kesehatan
Budi Gunadi Sadikin menganggarkan belanja alat kesehatan dan obat-obatan dalam negeri berbasis UMKM senilai Rp28 triliun. Anggaran tersebut setara dengan 78 persen anggaran Kemenkes pada 2022.
“78 persen itu kita inginkan itu pembeliannya (alat kesehatan dan obat-obatan) bisa di dalam negeri,” ujar Budi dalam tayangan Zona Bisnis di Metro TV, Kamis, 14 April 2022.
Menteri Koperasi dan UKM
Teten Masduki menyebut agenda ini dapat memacu pemerintah pusat, daerah, hingga BUMN untuk memanfaatkan produk yang berkualitas. Sehingga, dapat menghentikan impor dan menaikkan pertumbuhan ekonomi negara sebesar 1,5 persen.
“Harus diakui sekarang ini 97 persen penyedia lapangan kerja itu adalah UMKM,” kata Teten.
Penganggaran dari instansi-instansi yang berpartisipasi dalam program temu bisnis dilakukan secara transparan dengan melihat e-katalog yang dapat diakses bersama demi menghindari tindak pidana korupsi. Diharapkan dengan adanya program ini, nilai transaksi dan kontrak kerja sama antar UMKM bisa mencapai Rp539 triliun. (
Hana Nushratu)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)