Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menurunkan tim ke lokasi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan berupa terapi penyembuhan trauma pada anak dan perempuan korban gempa.
“Kita ada trauma healing kemudian kita juga memberikan bantuan spesifik perempuan kemudian juga spesifik bagi anak-anak,”kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin kepada Medcom.id di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.
Selain untuk perempuan dan anak-anak, kementeriannya pun turut menyumbangkan kebutuhan orang dewasa. Bantuan berupa pakaian bekas dan makanan, dan yang paling penting kebutuhan asupan makanan bagi bayi.
“Seperti pempers ya, terus makanan bayi enggak mungkin kan kalau sumbangan-sumbangan bencana biasanya sering lihat kan mie instan. Nah yang ini enggak bisa kan bayi mau dikasih itu,”ucap Lenny.
Baca: 2.700 Orang Dievakuasi dari Lokasi Wisata di Lombok
Tim dari KPPPA ini diturunkan, lanjut Lenny, untuk membantu kebutuhan spesifik anak dan perempuan dan juga menerima tampungan bantuan masyarakat berupa barang bagi perempuan dan anak-anak.
“Seperti pembalut, baju dalam perempuan. Jadi terus kemudian kalau lagi ada yang hamil kita beliin jarit, sabung, yang gitu-gitu,” tandas Lenny.
Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB. Bencana terjadi satu minggu setelah sebelumnya gempa sebesar 5,4 SR juga mengguncang Lombok.
Guncangan gempa meliputi wilayah kepulauan Lombok, Bali, bahkan terasa sampai hingga timur Pulau Jawa. Titik gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur di kedalaman 15 kilometer.
Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menurunkan tim ke lokasi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan berupa terapi penyembuhan trauma pada anak dan perempuan korban gempa.
“Kita ada
trauma healing kemudian kita juga memberikan bantuan spesifik perempuan kemudian juga spesifik bagi anak-anak,”kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin kepada
Medcom.id di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.
Selain untuk perempuan dan anak-anak, kementeriannya pun turut menyumbangkan kebutuhan orang dewasa. Bantuan berupa pakaian bekas dan makanan, dan yang paling penting kebutuhan asupan makanan bagi bayi.
“Seperti
pempers ya, terus makanan bayi
enggak mungkin
kan kalau sumbangan-sumbangan bencana biasanya sering lihat kan mie instan.
Nah yang ini
enggak bisa
kan bayi mau dikasih itu,”ucap Lenny.
Baca:
2.700 Orang Dievakuasi dari Lokasi Wisata di Lombok
Tim dari KPPPA ini diturunkan, lanjut Lenny, untuk membantu kebutuhan spesifik anak dan perempuan dan juga menerima tampungan bantuan masyarakat berupa barang bagi perempuan dan anak-anak.
“Seperti pembalut, baju dalam perempuan. Jadi terus kemudian kalau lagi ada yang hamil kita beliin jarit, sabung, yang
gitu-gitu,” tandas Lenny.
Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB. Bencana terjadi satu minggu setelah sebelumnya gempa sebesar 5,4 SR juga mengguncang Lombok.
Guncangan gempa meliputi wilayah kepulauan Lombok, Bali, bahkan terasa sampai hingga timur Pulau Jawa. Titik gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur di kedalaman 15 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)