Dongkrak Akreditasi PTKIS, Kemenag Gelontorkan Rp 30 Miliar
Sejumlah peserta mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Foto: Antara/ Ampelsa.
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) telah mengalokasikan bantuan sarana prasarana sebesar Rp 30 miliar untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag Arskal Salim mengatakan bahwa bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada PTKIS yang lolos seleksi. Hal ini disampaikan Arskal pada Penyusunan Petunjuk Teknis Bantuan Sarpras PTKIS di Jakarta yang diselenggarakan dua hari, 24 - 25 Mei 2018.  Kegiatan ini diikuti para Sekretaris Kopertais (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) se-Indonesia, unsur Itjen Kemenag dan Ditjen Pendidikan Islam.

Kepada para peserta, Arskal menegaskan bahwa bantuan sarana dan prasarana yang diberikan nantinya harus mendukung penguatan akreditasi PTKI. “Harus ada afirmasi agar program ini tepat sasaran, diberikan untuk perguruan tinggi yang benar-benar membutuhkan,” tegas Arskal.


“Perlu dipetakan dengan baik mana PTKIS yang sudah kuat, mana yang belum dan didasarkan pada orientasi kebutuhan akreditasi kelembagaan,” sambungnya.

Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini,  pemetaan PTKIS harus merujuk pada jumlah mahasiswa, akreditasi institusi, prestasi yang telah diraih, ketersediaan lahan dan hal lain sesuai dengan koridor bantuan.

“Data ini penting untuk pertimbangan penyebaran bantuan, keadilan perlakuan, dan pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana serta akuntabilitas,” katanya.

PTKIS yang berbentuk universitas, kata Arskal, sudah banyak diperhatikan oleh pemangku kepentingan. "Mungkin ada baiknya dialokasikan ke STAI atau IAI yang benar-benar membutuhkan,” papar Arskal.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Syafriansyah mengatakan, Penyusunan Juknis Sarpras PTKI sudah dibahas dan dimatangkan pada akhir 2017. Saat ini lebih banyak untuk sosialisasi dan kooridinasi bantuan.

“Nama-nama PTKIS sudah diseleksi dan ditetapkan pada tahun anggaran 2017 sekarang tinggal proses penyalurannya. Sementara untuk tahun anggaran 2018 akan menyeleksi untuk tahun 2019,” kata Syafri.
 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id