Mendes PDTT Pantau Dana Desa di Jabar dan Jateng via Jeder 2018

Pelangi Karismakristi 31 Mei 2018 16:08 WIB
Berita Kemendes PDTT
Mendes PDTT Pantau Dana Desa di Jabar dan Jateng via Jeder 2018
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo bersiap melakukan Jelajah Desa Ramadan (Jeder) 2018. Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melangsungkan program Jelajah Desa Ramadan (Jeder) 2018. Dia akan mengunjungi beberapa desa di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Eko menjelaskan program ini bertujuan menyapa sejumlah desa sekaligus memantau perubahan yang terjadi setelah dana desa disuntikkan. Selain itu, dirinya juga mengajak Tim Jeder untuk mengevaluasi dan mencari inspirasi untuk mengembangkan desa menjadi lebih baik.

"Walaupun ini (Selasa, 29 Mei) hari libur, kita akan tetap lakukan jelajah desa dalam rangka Ramadan. Kita menyapa desa-desa yang kita kunjungi. Kita buktikan pada publik bahwa desa kita sudah berubah. Namun tetap banyak yang harus terus kita (Kemendes PDTT) kerjakan. Terus jadikan ini untuk memacu bahwa pekerjaan kita masih banyak," ujar Eko, dalam keterangan tertulisnya.


Dalam tiga tahun terakhir, lanjut Eko, dana desa telah memberikan perubahan signifikan terhadap desa, dengan membangun infrastruktur berjumlah besar di luar perkiraan. Meski sempat mengalami guncangan, dana desa dinilainya telah membuktikan bahwa menjadikan desa sebagai subjek pembangunan adalah solusi terbaik untuk desa.

"Dulu hampir setiap hari tidak pernah tidak ada berita buruk soal dana desa. Tapi sekarang kita telah membuktikan bahwa dana desa mampu," ujarnya.

Desa pertama yang disambangi Eko bersama Tim Jeder adalah Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada Rabu, 30 Mei. Di sana rombongan melakukan sahur bersama dengan komunitas Jatiwangi Art Factory (JAF), para kepala desa, dan pendamping desa.

Rombongan disuguhi dengan kesenian musik kreatif dari JAF, yang semua alat musiknya terbuat dari tanah liat. Eko pun terkesan dengan penampilan grup musik ini, dan ia berharap JAF bisa memberi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Ia juga meminta JAF berpartisipasi memberikan pelatihan kepada pemangku kepentingan desa melalui Akademi Desa 4.0. 

"Kita (Kemendes PDTT) punya program Akademi Desa 4.0. Saya harap JAF ikut menjadi bagian dari akademi desa 4.0 untuk memberikan pelatihan mengembangkan ekonomi kreatif seperti ini," ujarnya.

Sebab jika dikaitkan dengan dana desa, ke depan tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur saja. Melainkan juga pada pengembangan ekonomi melalui pariwisata. "Negara-negara maju juga ada yang perekonomiannya maju karena ekonomi kreatifnya," imbuhnya.

Selain terkesan dengan aksi dari komunitas JAF, Eko juga mengaku terpesona dengan keindahan alam desa di Majalengka, yang menurutnya berpotensi menjadi kawasan ekowisata dan bisa mendatangkan turis asing. Ditambah lagi, dengan dibukanya Bandara Internasional Kertajati belum lama ini.

"Kita sedang petakan ecotourism-nya mau seperti apa, nanti kita buka direct flight (penerbangan langsung) ke negara yang menyukai ecotourism," tambah Mendes PDTT Eko.

Di samping itu, Eko juga meminta Bupati Majalengka Sutrisno, untuk ikut mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades). Karena menurutnya Majalengka punya potensi besar mengembangkan produk pertanian seperti jagung, cabe dan sayur mayur. 

"Selama ini jagung dikeringkan ke Balaraja, Cikupa, Cirebon, dan Jawa Tengah. Itu ongkosnya sangat mahal karena sebagian besar bawa air. Kalau ikut Prukades, kita bisa pasang drier," pungkasnya.

Untuk diketahui, Jelajah Desa Ramadan (Jeder) 2018 akan dilaksanakan di beberapa kabupaten Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah seperti Kabupaten Majalengka, Cirebon, Kuningan, Demak, dan Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 29 Mei 2018 hingga 2 Juni mendatang.



(ROS)