Putra Dawam: Bapak Sosok Demokratis
Jauhari Rahardjo.. Medcom.id/ Sonya
Jakarta: Sosok yang demokratis. Begitulah gambaran almarhum Dawam Rahardjo di mata putranya, Jauhari Rahardjo. Sembilan bulan terakhir didera sakit parah,  Dawam pun menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 30 Mei 2018.

"Bapak sudah dirawat di ICU RSI Cempaka Putih, tiga minggu ini. Sebenarnya sudah sakit selama sembilan bulan terakhir," kata Jauhari, ketika ditemui di rumah duka di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 31 Mei 2018.

Bagi keluarga, Dawam adalah sosok ayah yang dibanggakan. Jauhari menuturkan Dawam menerapkan pola demokrasi di keluarganya.


"Yang utama dari bapak itu saya, kakak dan ibu harus menghargai perbedaan. Menghargai agama lain. Menghargai sesama. Sedari kecil saya dan kakak saya sudah ditanamkan ilmu itu," ujar dia.

Dawam begitu ia disapa lahir di Solo pada 20 April 1942. Dawam adalah anak sulung dari delapan bersaudara dari pasangan Muhammad Zuhdi Rahardjo dan Muthmainnah.

Ia diketahui sudah berbulan-bulan berjuang melawan penyakit diabetes, jantung, dan stroke. Almarhum pernah hampir tiga bulan penuh dirawat di rumah sakit, tapi kemudian meminta pulang ke rumah karena merasa bosan.

Selama hayatnya, pria 76 tahun kelahiran Solo, Jawa Tengah itu dikenal sebagai ahli ekonomi, pengusaha, cendekiawan, aktivis, pemikir Islam, juga penafsir. Penerima Yap Thiam Hien Award 2013 itu juga berperan besar dalam membangun masyarakat sipil yang berdaya di Indonesia.



(SCI)