Jakarta: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-75 Tahun 2026 pada 21–28 September 2026. Sebanyak 110 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Lemhannas RI, Jakarta. Jumlah peserta dan pelaksanaan PPNK Angkatan 75 tersebut juga diberitakan oleh sejumlah media pada 22 September 2026.
PPNK tidak hanya diperuntukkan bagi aparatur pemerintah maupun unsur pertahanan dan keamanan. Berdasarkan jadwal resmi kegiatan, program ini secara khusus diikuti oleh birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, TNI, dan Polri. Keberagaman peserta menjadi bagian penting dari proses pemantapan nilai kebangsaan karena setiap unsur memiliki ruang kontribusi berbeda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Program dibuka pada Senin, 21 September 2026. Dalam agenda hari pertama, Gubernur Lemhannas RI dijadwalkan memimpin upacara pembukaan sekaligus memberikan pengantar pimpinan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai nilai-nilai kebangsaan, perkembangan lingkungan strategis, Wawasan Nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional, hingga tantangan disrupsi teknologi.
Gubernur Lemhannas RI saat ini adalah Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Dalam konteks pendidikan di Lemhannas, Ace sebelumnya menegaskan pentingnya kemampuan membaca perubahan global. Saat membuka program pendidikan Lemhannas pada Januari 2026, ia menyampaikan bahwa pendidikan menjadi wahana untuk membekali peserta agar mampu menganalisis, memahami, dan merumuskan kebijakan di tengah dinamika global yang bergerak cepat.
Baca Juga :
The 6th Jakarta Geopolitical Forum, Upaya Lemhannas RI Ciptakan Stabilitas Geopolitik Dunia
Semangat tersebut terlihat pula dalam kurikulum PPNK Angkatan 75. Peserta juga dibekali materi ketahanan nasional dan kepemimpinan nasional. Hari-hari berikutnya diisi dengan pembahasan implementasi nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Sesanti Bhinneka Tunggal Ika. Peserta juga mengikuti materi kolaborasi dan kerja sama, tantangan disrupsi teknologi, dinamika ekonomi masa depan, diskusi kelompok, hingga internalisasi nilai-nilai kebangsaan.
Akademisi Banten Dorong Nilai Kebangsaan Masuk Ruang Pendidikan
Salah satu peserta dari Banten, Asih Kurnianingsih dari Universitas Banten Jaya, melihat keikutsertaan akademisi dalam PPNK memiliki arti penting karena perguruan tinggi berada pada posisi strategis dalam membentuk cara berpikir generasi berikutnya.
“Bagi akademisi, pemantapan nilai-nilai kebangsaan tidak cukup berhenti sebagai pemahaman di ruang pelatihan. Nilai itu harus kita bawa kembali ke kampus, masuk dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, bahkan dalam cara kita membangun diskusi dengan mahasiswa,” ujar Asih.
Menurutnya, perkembangan geopolitik, teknologi digital, kecerdasan artifisial, disinformasi, hingga perubahan ekonomi global membuat pembicaraan mengenai kebangsaan semakin relevan bagi dunia akademik.
“Mahasiswa hari ini berhadapan langsung dengan dunia tanpa batas melalui teknologi. Tantangan akademisi adalah bagaimana membangun generasi yang berpikiran global, kritis dan adaptif, namun tetap memahami identitas, kepentingan nasional, serta tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia,” kata Asih.
Ia juga menilai PPNK menjadi ruang yang menarik karena mempertemukan peserta lintas profesi. Akademisi dapat bertukar perspektif dengan birokrat, TNI, Polri, tokoh masyarakat, maupun organisasi profesi sehingga pembahasan mengenai persoalan bangsa tidak dilihat hanya dari satu sudut pandang.
Rangkaian PPNK Angkatan 75 dijadwalkan berakhir pada Senin, 28 September 2026. Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti Simulasi Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, final project, kontemplasi kebangsaan, api unggun, hingga upacara penutupan.
Jakarta:
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-75 Tahun 2026 pada 21–28 September 2026. Sebanyak 110 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Lemhannas RI, Jakarta. Jumlah peserta dan pelaksanaan PPNK Angkatan 75 tersebut juga diberitakan oleh sejumlah media pada 22 September 2026.
PPNK tidak hanya diperuntukkan bagi aparatur pemerintah maupun unsur pertahanan dan keamanan. Berdasarkan jadwal resmi kegiatan, program ini secara khusus diikuti oleh birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, TNI, dan Polri. Keberagaman peserta menjadi bagian penting dari proses pemantapan nilai kebangsaan karena setiap unsur memiliki ruang kontribusi berbeda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Program dibuka pada Senin, 21 September 2026. Dalam agenda hari pertama, Gubernur Lemhannas RI dijadwalkan memimpin upacara pembukaan sekaligus memberikan pengantar pimpinan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai nilai-nilai kebangsaan, perkembangan lingkungan strategis, Wawasan Nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional, hingga tantangan disrupsi teknologi.
Gubernur Lemhannas RI saat ini adalah Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Dalam konteks pendidikan di Lemhannas, Ace sebelumnya menegaskan pentingnya kemampuan membaca perubahan global. Saat membuka program pendidikan Lemhannas pada Januari 2026, ia menyampaikan bahwa pendidikan menjadi wahana untuk membekali peserta agar mampu menganalisis, memahami, dan merumuskan kebijakan di tengah dinamika global yang bergerak cepat.
Semangat tersebut terlihat pula dalam kurikulum PPNK Angkatan 75. Peserta juga dibekali materi ketahanan nasional dan kepemimpinan nasional. Hari-hari berikutnya diisi dengan pembahasan implementasi nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Sesanti Bhinneka Tunggal Ika. Peserta juga mengikuti materi kolaborasi dan kerja sama, tantangan disrupsi teknologi, dinamika ekonomi masa depan, diskusi kelompok, hingga internalisasi nilai-nilai kebangsaan.
Akademisi Banten Dorong Nilai Kebangsaan Masuk Ruang Pendidikan
Salah satu peserta dari Banten, Asih Kurnianingsih dari Universitas Banten Jaya, melihat keikutsertaan akademisi dalam PPNK memiliki arti penting karena perguruan tinggi berada pada posisi strategis dalam membentuk cara berpikir generasi berikutnya.
“Bagi akademisi, pemantapan nilai-nilai kebangsaan tidak cukup berhenti sebagai pemahaman di ruang pelatihan. Nilai itu harus kita bawa kembali ke kampus, masuk dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, bahkan dalam cara kita membangun diskusi dengan mahasiswa,” ujar Asih.
Menurutnya, perkembangan geopolitik, teknologi digital, kecerdasan artifisial, disinformasi, hingga perubahan ekonomi global membuat pembicaraan mengenai kebangsaan semakin relevan bagi dunia akademik.
“Mahasiswa hari ini berhadapan langsung dengan dunia tanpa batas melalui teknologi. Tantangan akademisi adalah bagaimana membangun generasi yang berpikiran global, kritis dan adaptif, namun tetap memahami identitas, kepentingan nasional, serta tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia,” kata Asih.
Ia juga menilai PPNK menjadi ruang yang menarik karena mempertemukan peserta lintas profesi. Akademisi dapat bertukar perspektif dengan birokrat, TNI, Polri, tokoh masyarakat, maupun organisasi profesi sehingga pembahasan mengenai persoalan bangsa tidak dilihat hanya dari satu sudut pandang.
Rangkaian PPNK Angkatan 75 dijadwalkan berakhir pada Senin, 28 September 2026. Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti Simulasi Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, final project, kontemplasi kebangsaan, api unggun, hingga upacara penutupan.
(ANN)