Peminta-minta antre menunggu angpao Imlek 2566 di depan Kelenteng Boen Tek Bio.MTVN/Hardiat Dani Satria
Peminta-minta antre menunggu angpao Imlek 2566 di depan Kelenteng Boen Tek Bio.MTVN/Hardiat Dani Satria

Peminta-minta Berjejal di Kelenteng Boen Tek Bio

Hardiat Dani Satria • 19 Februari 2015 15:23
medcom.id, Tangerang: Peminta-minta menjejali Kelenteng Boen Tek Bio, Jalan Bhakti, Pasar Lama Tangerang. Jumlahnya puluhan. Tujuan mereka satu: angpao Imlek 2566.
 
Peminta-minta, mulai dari anak-anak sampai orang tua, sudah mengalir ke kelenteng sejak pagi. Kalau datang kesiangan bisa jadi rezeki lewat. Santi, salah satunya.
 
Santi mengaku, baru sampai di kelenteng, Kamis (19/2/2015) sekitar pukul 11.00. Walhasil, sampai satu jam lalu, dia belum mendapat sepeser pun duit sedekah.

"Ya nunggu saja sampai dapet. Belum makan," kata Santi kepada Metrotvnews.com.
 
Peminta-minta Berjejal di Kelenteng Boen Tek Bio
MTVN/Hardiat Dani Satria
 
Santi bertekad menunggu sampai ia mendapat angpao. Meski sampai hari mulai gelap. Dia sempat mengeluh, rezekinya agak seret hari ini. Sebab, saat meminta-minta di daerah Poris, pun dia tak dapat apa-apa.
 
"Kalau nggak dapet juga, ya pindah meminta ke toko-toko," Santi tak mau putus asa.
 
Santi mengaku, mengenal semua pengemis yang hari ini memadati kelenteng. Rumi, di antaranya. Perempuan yang terlihat lebih tua dari Santi itu mengiyakan klaim Santi.
 
Rumi, seperti juga Santi, mengaku agak seret rezeki. dia menyebut, orang yang datang ke kelenteng pelit-pelit. Dari pagi sampai sore nongkrong di kelenteng, dia cuma mendapat Rp8.000.
 
Peminta-minta Berjejal di Kelenteng Boen Tek Bio
MTVN/Hardiat Dani Satria
 
"Nggak dapet apa-apa saya. Dari pagi di sini, sampai anak udah nangis-nangis belum makan di rumah," Rumi merutuk.
 
Rumi menjelaskan, pengunjung mulai banyak yang memberikan sedekah ketika di pagi hari. Selanjutnya, menjelang siang hari sudah mulai sedikit yang memberikan recehannya untuk pengemis.
 
Pantuan Metrotvnews.com, halaman keleteng tak melulu dipenuhi pengemis. Puluhan pedagang pun berebut tempat di sana, mulai dari penjual siomay, modem internet, sampai penjual burung pipit.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>