Anggota Wantimpres Agum Gumelar (tengah). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Anggota Wantimpres Agum Gumelar (tengah). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Indonesia Harus Lihai di Masa Transisi

Nasional demo massa demo mahasiswa Demonstrasi Mahasiswa
Theofilus Ifan Sucipto • 02 Oktober 2019 18:59
Jakarta: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menilai Indonesia masih dalam masa transisi di era reformasi. Kendala penghambat pertumbuhan Indonesia pun harus ditangani dengan cekatan.
 
"Meskipun reformasi positif, muncul residu seolah-olah apa pun yang dilakukan positif atas nama reformasi," kata Agum di Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 2 Oktober 2019.
 
Menurut dia, tindakan anarkistis kerap dibenarkan dengan alasan demokrasi. Dia mencontohkan perusakan kantor aparat keamanan oleh pedemo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai demokrasi saat ini paling bebas sejak Indonesia merdeka 74 tahun. Namun, kebebasan itu perlu diimbangi dengan tanggung jawab.
 
"Kebebasan saat ini kita nikmati bersama tapi perlu diatur agar tidak liar," ungkap mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.
 
Sementara itu, Agum menyebut mandeknya pertumbuhan Indonesia akibat paham radikalisme yang terbesar. Menurut dia, radikalisme dalam konteks Indonesia adalah paham yang ingin mengganti Pancasila dan NKRI.
 
Gerakan radikalisme, lanjut Agum, bergerak dengan sistematis. Pemerintah diminta serius mengantisipasi untuk menjaga keutuhan bangsa.
 
"Pertanyaannya mau jadi negara besar atau bubar? Pasti ingin besar, untuk itu kita harus sukses di masa transisi," pungkas dia.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif