medcom.id, Papua Nugini: Letusan gunung berapi Tavurvur di Papua Nugini Jumat (28/8/2014), mengirimkan asap dan abu hingga negara Pasifik Selatan. Akibatnya, beberapa pesawat mengubah jalur penerbangan.
Maskapai Qantas yang melayani beberapa penerbangan internasional dan domestik mengalami perubahan jadwal penerbangan, sekitar 5 menit waktu tambahan dari jadwal semula.
"Jalur penerbangan antara Sydney dan Narita (Tokyo-Sydney) dan Sydey dan Shanghai telah diubah sebagai akibat dari abu vulkanik di atas kawah Rabaul di bagian Timur Papua Nugini," kata juru bicara Qantas Airlines, Sarah Algar, seperti dilansir Reuters, Jumat (28/8/2014).
Meski mengalami perubahan jadwal, pihak berwenang belum mengeluarkan perintah evakuasi untuk kota yang berdekatan dengan gunung berapi yang pernah meletus pada 1994 ini.
"Orang-orang masih tinggal dan tetap melakukan aktivitas. Kami hanya membersihkan abu di atap dan menyelamatkan harta kami serta melakukan apa yang bisa kita lakukan. Sebab kita tidak punya tempat lain untuk pergi," tambahnya.
Berdasarkan informasi Observatorium Rabaul Vulkanologi, Gunung Tavurvur yang berada di bagian timur Papua Nugini meletus dini hari sebelum fajar.(REU)
medcom.id, Papua Nugini: Letusan gunung berapi Tavurvur di Papua Nugini Jumat (28/8/2014), mengirimkan asap dan abu hingga negara Pasifik Selatan. Akibatnya, beberapa pesawat mengubah jalur penerbangan.
Maskapai Qantas yang melayani beberapa penerbangan internasional dan domestik mengalami perubahan jadwal penerbangan, sekitar 5 menit waktu tambahan dari jadwal semula.
"Jalur penerbangan antara Sydney dan Narita (Tokyo-Sydney) dan Sydey dan Shanghai telah diubah sebagai akibat dari abu vulkanik di atas kawah Rabaul di bagian Timur Papua Nugini," kata juru bicara Qantas Airlines, Sarah Algar, seperti dilansir Reuters, Jumat (28/8/2014).
Meski mengalami perubahan jadwal, pihak berwenang belum mengeluarkan perintah evakuasi untuk kota yang berdekatan dengan gunung berapi yang pernah meletus pada 1994 ini.
"Orang-orang masih tinggal dan tetap melakukan aktivitas. Kami hanya membersihkan abu di atap dan menyelamatkan harta kami serta melakukan apa yang bisa kita lakukan. Sebab kita tidak punya tempat lain untuk pergi," tambahnya.
Berdasarkan informasi Observatorium Rabaul Vulkanologi, Gunung Tavurvur yang berada di bagian timur Papua Nugini meletus dini hari sebelum fajar.(REU)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)