Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (Dok BAKOM RI)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (Dok BAKOM RI)

Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Fokus Bantu Program Presiden hingga Tangani Karhutla

Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 Oktober 2026 22:39
Ringkasnya gini..
  • TNI AD juga akan mendukung penanganan persoalan di Papua serta membantu percepatan pemadaman karhutla.
  • Terkait situasi keamanan di Papua, Tandyo menyinggung perkembangan di Maybrat.
  • Tandyo menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, TNI AD akan tetap berpegang pada konstitusi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan negara.
Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyatakan kesiapan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mendukung pelaksanaan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Selain melanjutkan program strategis pemerintah, TNI AD juga akan mendukung penanganan persoalan di Papua serta membantu percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di lahan gambut.

Hal itu disampaikan oleh Tandyo usai dilantik sebagai KSAD. Ia mengatakan bahwa amanah yang diberikan negara menjadi tanggung jawab bagi TNI AD untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.

“Dapat amanah dari negara melalui Bapak Presiden menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Tentunya banyak program-program strategis dari Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wapres Gibran yang melibatkan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” ujar Tandyo.

Tandyo menyebut bahwa sejumlah program prioritas yang akan terus didukung oleh TNI AD, di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan.

“Apakah itu KDKMP, Apakah itu Sekolah Rakyat, Apakah itu ketahanan pangan, yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” tegasnya.

Selain mendukung program prioritas pemerintah, Tandyo menegaskan kesiapan TNI AD untuk membantu penanganan karhutla. Menurutnya, luasnya sebaran personel TNI AD menjadi salah satu modal untuk mempercepat upaya pemadaman di berbagai wilayah.

“Kalau untuk karhutla pasti, karena TNI Angkatan Darat paling banyak sebarannya. Untuk bisa mempercepat membantu pemadaman, khususnya lahan-lahan gambut, ini akan mengerahkan semampunya TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemadaman ini,” tegasnya.

Tandyo juga menyoroti Papua sebagai salah satu prioritas dalam penyelesaian program Presiden. Ia menyebut pendekatan terhadap persoalan di Papua mencakup aspek kesejahteraan masyarakat sekaligus penanganan gangguan keamanan.

“Saya kira salah satu untuk yang menjadi prioritas untuk penyelesaian dari programnya Bapak Presiden adalah Papua, ya. Apakah itu dari sisi kesejahteraan, apakah itu dari sisi gangguan keamanan,” ujarnya.
 

Terkait situasi keamanan di Papua, Tandyo menyinggung perkembangan di Maybrat. Ia berharap langkah-langkah yang dilakukan dapat mendorong pihak-pihak yang masih melakukan gangguan keamanan untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tandyo menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, TNI AD akan tetap berpegang pada konstitusi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan negara.

“Sekarang kan tentara itu kan taat konstitusi ya. Sekarang konstitusinya masih bicara itu, kita ikut. Nanti negara membuat seperti apa? Itu yang kita ikutin, ya,” pungkasnya.




Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>