Prajurit KRI Torani 860 mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi di Perairan Selat Sunda. Foto: Antara/Muhammad Adimaja.
Prajurit KRI Torani 860 mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi di Perairan Selat Sunda. Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Nasional Gunung Anak Krakatau
Ilham wibowo • 30 Desember 2018 06:04
Jakarta: Status Gunung Anak Krakatau masih pada level III atau siaga. Dipastikan tak ada perubahan status meski volume Gunung Anak Krakatau tercatat menyusut setelah berulang kali mengalami erupsi, dari ketinggian 338 meter menjadi 110 meter.
 
"Status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu, 29 Desember 2018.
 
Berdasarkan pengamatan visual dan pengukuran, kata Sutopo, diperkirakan volume gunung yang hilang mencapai 150 hingga180 juta meter kubik. Volume yang tersisa saat ini berkisar 40-70 juta meter kubik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volume tubuh Gunung Anak Krakatau berkurang karena adanya terjadi proses rayapan tubuh gunung api, disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27 Desember 2018. Masyarakat diminta tidak berada di radius 5 km dari kawah gunung.
 
"Karena berbahaya dari lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat," ucap dia.
 
Sutopo membantah telah menaikkan level Gunung Anak Krakatau menjadi Awas. Perkembangan informasi akan disampaikan resmi setelah mengetahui secara pasti kondisi di lapangan.
 
"Bahkan tidak ada rencana menaikkan status gunung api ke Awas dengan kondisi saat ini, jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga," kata dia.
 
Sutopo menyatakan upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Tm SAR gabungan terus mencari korban yang berada di bawah puing-puing material hanyutan tsunami. Tim juga menyisir sepanjang daerah yang terdampak tsunami.
 
"Penanganan pengungsi terus dilakukan dengan mengirim dan mendistribusikan bantuan logistic, tiga helicopter BNPB hilir mudik mengirim logistic ke beberapa desa di Kecamatan Sumur Pandeglang," pungkas Sutopo.

 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi