Aksi vandalisme pada separator busway terjadi saat massa buruh memperingati hari buruh internasional berada di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Aksi vandalisme pada separator busway terjadi saat massa buruh memperingati hari buruh internasional berada di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Ratusan Provokator Kerusuhan Hari Buruh Ditangkap

Nasional hari buruh kerusuhan
Ilham Pratama Putra • 02 Mei 2019 14:08
Jakarta: Polisi menangkap ratusan terduga provokator kerusuhan pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di sejumlah tempat. Pelaku diduga anggota kelompok Anarko Sindikalism.
 
"Tentang Anarko, ada sekitar 150 orang kita amankan di Kota Bandung. Beberapa orang di Surabaya dan Jakarta," kata Kadiv Humas Polri, Muhammad Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 2 April 2019.
 
Menurut dia, Korps Bhayangkara kini sedang mendalami motif aksi dari para pelaku. Konsep serta tokoh di belakang kelompok ini juga sedang ditelusuri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut pihaknya telah mengumpulkan beberapa barang bukti. Beberapa alat bukti ini meliputi minuman keras (miras) dan tombak.
 
"Kita belum memastikan apakah berkolerasi terhadap perbuatan melanggar hukumnya. Ada pula bukti hampir puluhan kendaraan bermotor dicoret, vandalisme, juga fasilitas umum," ujar Iqbal.
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Anarko Sindikalism merupakan paham yang dibawa dari negara asing. Paham ini berasal dari Rusia, Eropa, Amerika Selatan, serta Asia.
 
"Ada satu kelompok yang namanya Anarko Sindikalism dengan simbol A. Ini bukan kelompok fenomena lokal, tapi fenomena internasional," kata Tito.
 
Dia menyebut kelompok tersebut sengaja memberikan doktrin kepada buruh. Buruh diminta menentang sistem pekerja yang ada serta menekankan pekerja tidak bisa diatur seenaknya oleh perusahaan.
 
Baca:Anarko Sindikalism Diduga Provokator Rusuh Aksi Buruh
 
“Di Indonesia paham itu baru berkembang beberapa tahun terakhir ini. Kita lihat tahun-tahun lalu di Yogyakarta dan Bandung. Sekarang juga ada Surabaya. Di Jakarta (mereka) melakukan aksi kekerasan dan vandalisme, yakni aksi coret-coret pagar jalan,” jelas dia.
 
Aksi vandalisme terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional, Rabu, 1 Mei 2019. Peristiwa ini salah satunya terjadi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Tulisan kapital digoreskan di beton pembatas jalan: Rakyat Anti Kapitalisme May Day Rezim Fasis.
 
Sejumlah buruh juga bentrok dengan polisi di depan Halte Busway Tosari, Jakarta Pusat. Tak cuma di DKI Jakarta, aksi serupa juga terjadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan mencoret-coret dinding.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif