Lima Film Eagle Award Ditayangkan di Bioskop

Nur Azizah 01 November 2018 06:08 WIB
festival film indonesia
Lima Film Eagle Award Ditayangkan di Bioskop
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius - Medcom.id/Nur Azizah.
Jakarta: Sebanyak lima film Eagle Award Documentary Competition (EADC) ditayangkan di bioskop. Kelima film yang mengusung tema 'Menjadi Indonesia' ini ditayangkan perdana di bioskop di salah satu mal di Jakarta Pusat.

Kelima film ini bercerita tentang ragam Indonesia dalam berbagai potret seperti budaya, adat istiadat, pendidikan, dan kegigihan membangun ekonomi. Lima film ini sudah melalui tahapan seleksi dari Juni 2018.

Kelima film tersebut adalah Puseni The Last Dayak Basap karya Fajaria Menur Widowati, Menabur Benih di Lumpur Asmat besutan Yosep Levi dan Bernad Konten. Ada juga film Bioskop Kecil, Harapan Besar karya Lukas Deni dan Emmanuel Kurniawan, lalu film Menulis Mimpi di atas Ombak milik Lutfi Retno Wahyudiant, dan film Damai dalam Kardus karya Andi Ilmi Utami dan Sulaeman Nur.


Puseni The Last Dayak Basap karya Fajaria Menur Widowati berkisah soal nenek tua dari Suku Dayak Basap yang tinggal di Desa Teluk Sumbang, salah satu desa terluar di Kalimantan Timur. Ia berusaha beradaptasi dengan modernisasi pasca relokasi dari hutan ke pemukiman. 

Dampak dari perubahan lingkungannya, ia harus mencari rotan hingga puluhan kilometer. Bahkan, warga setempat terancam kehilangan mata pencahariannya lantaran hutan akan diubah menjadi perkebunan sawit.

Sementara film Menabur Benih di Lumpur Asmat bercerita tentang perjuangan guru SD Yufri di Asmat untuk memenuhi kebutuhan gizi siswanya. Dia berusaha mengatasi masalah gizi dengan swasembada pangan secara mendiri di lahan yang didominasi dengan lumpur.

Sedangkan film Bioskop Kecil, Harapan Besar berkisah soal minimnya tontonan anak. Sedangkan film Menulis Mimpi di atas Ombak bertutur soal keterbatasan pendidikan di pulau terpencil Polewali mandar, Sulawesi Barat.

"Menjadi Indonesia dalam hal ini adalah memberdayakan pengetahuan kepada masyarakat di pulau terpencil. Upaya literasi dilakukan sebagai penghubung nilai-nilai kebangsaan," ungkap Luthfi Retno selaku sutradara film ini.

Sedangkan film Damai dalam Kardus bercerita tentang kondisi setelah kerusuhan agama di Poso. Kerusuhan itu tidak hanya menghancurkan kotanya, tapi juga menghancurkan keluarga Gunawan. 

Gunawan merupakan warga Poso yang membuat dendam. Namun, dendam tersebut memaksa Gunawan menyebarkan perdamaian ke daerah konflik lainnya.

EADC tahun 2018 ini bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius ini menuturkan kelima film tersebut dapat mempererat nilai-nilai kebangsaan.

"Kita berkaca pada refleksi sumpah pemuda mereka berikrar untuk bertanah air dan berbangsa satu Indonesia. Dan semangat itu imunculkan dalam Eagle Award ini," ungkapnya.

Selain ditayangkan di bioskop, kelima film itu juga akan ditayangkan di Metro TV setiap hari mulai tanggal 12 hingga 16 November 2018. Kelima film itu akan tayang pada pukul 21.30 WIB sampai 22.00 WIB.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id