Salah satu siswa SD BK Jono memperlihatkan surat dari siswa si Jakarta--Medcom.id/Surya Perkasa.
Salah satu siswa SD BK Jono memperlihatkan surat dari siswa si Jakarta--Medcom.id/Surya Perkasa.

Surat dari Jakarta untuk Anak Sigi

Nasional Gempa Donggala
Surya Perkasa • 09 Desember 2018 09:57
Palu: "Hai teman, apa kabar kalian di sana? Namaku Sri Aman, umurku delapan tahun. Umur kamu berapa? Gunakan tas dan alat tulis ini dengan baik ya" kata salah satu siswa SD BK Jono, Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Selatan saat membaca surat dari teman barunya di Jakarta, Sabtu, 8 Desember 2018.
 
Tak pernah bertemu, tak pernah berkomunikasi. Hanya rasa kemanusiaan yang menghubungkan mereka.
 
Sebagian siswa SD BK Joni tampak berseragam lusuh dan sudah menguning. bahkan sebagian tak memakai seragam sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa di antaranya terlihat hanya menggunakan sandal. Mereka yang beruntung masih dapat memakai sepatu, walau terlihat kumal.
 
Senyum merekah terlihat, saat mereka mendapat tas, alat tulis dan baju dari sahabat pena barunya itu.
 
"Jadi ini kiriman dari siswa dari Sekolah Mentari Internasional dan National High. Media Group dipercaya untuk menyalurkan," kata Chief CSR Officer Media Group Rahni Lowhur Schad saat membagikan tas kiriman.
Surat dari Jakarta untuk Anak Sigi
Siswa dan guru SD BK Jono berfoto bersama dengan tim dari Dompet Kemanusiaan Media Group--Medcom.id/Surya Perkasa.
 
Puluhan siswa mendapat tas dan alat tulis bantuan dari siswa yang tinggal di Jakarta. Mereka juga mendapat beberapa setelan baju.
 
Di dalam tas juga ada secarik kertas surat yang berisi ucapan semangat bagi mereka yang menerima.
 
Rahni menyebut setidaknya ada siswa tiga sekolah di Jakarta yang mengirimkan paket serupa. Jumlahnya mencapai 600-an paket dan akan disebar ke anak-anak terdampak.
 
Dia pun mengaku bahagia anak-anak di Jakarta bisa merasakan kesusahan teman sebayanya yang terkena bencana. "Ini inisiatif mereka. Secara sukarela membantu teman-temannya dengan proyek seperti ini," kata dia.
 
Firman, begitu nama anak kelas 4 SD yang menerima bantuan, mendapat sebuah tas merah dari teman barunya itu. Dia hanya bisa mengucapkan terima kasih. "Saya senang sekali. Saya mau bilang terima kasih," kata dia.
 
Firman pun berjanji. Akan membalas surat dari teman barunya ini.
 
Siswa SD BK Jono harus belajar di bawah tenda sekolah darurat. Bangunan sekolah mereka rusak akibat gempa. Namun, bencana tak membuat semangat mereka surut untuk belajar. Bahkan beberapa di antara mereka harus berjalan melintasi jalan setapak gunung selama satu jam demi bersekolah.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif