Beberapa anggota Polres Jakarta Selatan tengah olah TKP lift jatuh di Blok M Square. Foto: MTVN/Riyan Ferdianto
Beberapa anggota Polres Jakarta Selatan tengah olah TKP lift jatuh di Blok M Square. Foto: MTVN/Riyan Ferdianto

YLKI Sebut Pengawasan Lift Kurang Serius

M Sholahadhin Azhar • 22 Maret 2017 20:25
medcom.id, Jakarta: Lift sebagai moda angkut dalam gedung sering tak secara serius diperhatikan. Kasus lift jatuh di Blok M misalnya. Meski dinyatakan laik oleh Suku Dinas Ketenagakerjaann dan Transmigrasi DKI Jakarta Selatan, tapi insiden lift jatuh terjadi.
 
Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo, menyebut peristiwa itu bisa dicegah jika sistem di lift terkontrol dengan baik. Namun pengawasan tak serius terhadap standar keamanan menyebabkan insiden lift nahas tak berhenti.
 
"Kalau sistemnya bagus sebenarnya lift tidak bisa berfungsi ketika lewat batas beban," ujarnya kepada Metrotvnews.com, Rabu 22 Maret 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lift yang bagus dan terpelihara dengan baik, wajarnya akan bekerja sesuai ketentuan. Jika batas beban dilanggar maka otomatis tak berfungsi sehingga keselamatan pengguna terjamin. Sementara di Blok M lift tetap bekerja meski alarm batas beban berbunyi.
 
Sudaryatmo juga melihat ada yang kurang dari pemilik gedung, terutama dari sisi akreditasi kelaikan. Sertifikat laik saja dari Pemerintah menurutnya belum cukup. Perlu tindakan lain, misalnya peninjauan secara berkala oleh pihak manajemen.
 
"Adanya sertifikat kelaikan tidak cukup, harus dicek secara periodik. Setiap beberapa bulan sekali dicek, ini tanggung jawab pengelola gedung," sebut Sudaryatmo.
 
Sudaryatmo tak hanya menyorot pemerintah dan pengelola. Dia juga mengkritisi sikap masyarakat Jakarta yang kerap tak menaati aturan. Seharusnya jika kelebihan beban, warga secara sadar dengan sukarela keluar dari lift.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif