Petugas mengukur tinggi badan pelamar saat seleksi calon anggota polisi di Polres Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (19/4). Foto: Antara/Basri Marzuki
Petugas mengukur tinggi badan pelamar saat seleksi calon anggota polisi di Polres Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (19/4). Foto: Antara/Basri Marzuki

Nilai UN Turun, Syarat Masuk Akpol Harus Dipermudah

Antara • 13 Mei 2016 23:30
medcom.id, Jakarta: Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta pimpinan Polri mengkaji salah satu persyaratan seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Terutama dengan turunnya rata-rata nilai ujian nasional (UN) 2016.
 
"Kapolri bisa mempertimbangkan untuk menurunkan syarat masuk Akpol terutama lulusan 2016 karena terjadi penurunan rata-rata nilai UN," kata Edi, di Jakarta, Jumat (13/5/2016).
 
Akpol mensyaratkan siswa lulusan 2016 harus memiliki nilai UN minimal 70. Tentu saja ini memberatkan karena tahun ini nilai rata-rata UN siswa menurun. Pada 2015, syarat rata-rata nilai seleksi Akpol sempat menurun dibandingkan 2011, 2012, 2013 dan 2014 untuk seluruh jurusan IPA dan IPS, yakni sebesar 65,0.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan mencatat nilai UN SMA negeri dan swasta secara nasional pada 2016 menurun dibanding 2015, yakni dari  61,29 menjadi 54,78 poin. Turun sebesar 6,51 poin. Rata-rata nilai UN SMK negeri dan secara nasional juga merosot sebanyak 4,45 poin atau dari 62,11 menjadi 57,66.
 
Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu meyakini Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan syarat masuk Akpol bagi lulusan SMA/SMK. 
 
"Tentunya Kapolri akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan karena antusias masyarakat masuk ke Akpol sangat besar," ujar Edi.
 
Edi menambahkan jumlah peserta yang masuk Akpol setiap tahun mencapai puluhan ribu orang dengan kuota sekitar 300 orang di seluruh Indonesia.
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Budaya Anies Baswedan menuturkan penurunan poin rata-rata nilai UN SMA/SMK 2016 itu menunjukkan peningkatan kejujuran pelajar dan menghasilkan indeks integritas prestasi. Kemendikbud juga mencatat 2,2 juta pelajar SMA/SMK mengikuti UN yang berbasis kertas dan pensil, serta 765.542 pelajar menjalankan UN berbasis komputer pada 2016.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>