Budaya Memengaruhi Macet saat Mudik di Jawa Tengah
Wakil Presiden Jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Jakarta: Wilayah Jawa Tengah kerap menjadi langganan macet saat mudik lebaran. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai macet terjadi karena perbedaan budaya dalam menghadapi lebaran.

"Kenapa yang macet itu cuma di Pantura? Tidak pernah macet lewat (Jawa) Timur, Sumatera, Sulawesi, selalu macet tiap tahun itu sekitar Pantura orang menuju Jawa Tengah, di Brexit juga," kata Kalla dalam Transportation Review di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Mei 2018.

Kalla menuturkan kemacetan ini berhubungan dengan budaya masyarakat di setiap wilayah. Masyarakat Jawa Timur dan Madura sebagian besar memilih mudik saat Iduladha atau satu minggu setelah Lebaran (lebaran ketupat).


Budaya mudik setelah lebaran ini juga dipegang masyarakat Sulawesi dan Sumatera. Sedangkan masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah cenderung memilih mudik sebelum lebaran. 

"Jadi itu untuk menjawab kenapa macet selalu ada di Jawa Tengah karena semua orang mengalir ke timur, tapi di Jateng terbagi dia, ada ke Surakarta ke Yogyakarta dan sekitar situ," jelas pria asal Makassar itu.

Kalla menambahkan, penanganan macet saat mudik sebaiknya tak hanya mempertimbangkan hal teknis. Pemerintah juga harus memerhatikan latar belakang budaya masyarakat setempat. 

"Jadi di Sulawesi tidak pernah menemukan macet total, macet ada tapi tidak terlalu karena mereka pulang kampung setelah lebaran, bukan saat lebaran," pungkas mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.





(REN)