Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

Sempat Kirim Pesan ke Ibu, Ini 5 Fakta Mahasiswa Bunuh Diri di Apartemen Cengkareng

Nasional bunuh diri polisi depresi Mahasiswa Bunuh diri
Adri Prima • 05 November 2021 14:56
Jakarta: Seorang mahasiswa berinisial PC, 23, warga Jalan H Saa'ba, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat ditemukan meninggal bunuh diri di apartemen kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakbar. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Tri Baskoro Bintang Wijaya, menjelaskan korban ditemukan dalam posisi telentang. 
 
"Korban (ditemukan) dalam posisi telentang. Kepala korban tertutupi plastik dan selang gas," ujar Iptu Tri Baskoro Bintang Wijaya, di Jakarta, Kamis, 4 November 2021. 
 
Berikut ini beberapa fakta terkait mahasiswa yang bunuh diri tersebut:
 

Mengirim pesan ke orang tua sebelum bunuh diri

Sebelum melakukan aksi bunuh diri, korban mengirimkan pesan kepada ibunya dalam bahasa Inggris. "Mam if you get this I’m already dead, I killed myself, suice note is near my bed (Mam, jika kamu menerima (pesan) ini, aku sudah mati. Aku bunuh diri, catatan ada di dekat tempat tidurku," tulis pesan tersebut. 

Orang tua korban khawatir dan menuju apartemen

Ayah korban yang mendapatkan informasi itu dari istrinya langsung bergegas mendatangi kamar aparteman korban. Ketika itu, pintu kamar tidak terkunci.
 
Setelah pintu dibuka, ayah korban terkejut karena korban sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya. Ayah korban lalu meminta bantuan petugas aparteman menghubungi kepolisian.

Tinggal di apartemen karena berselisih dengan keluarga

Kedua orang tua korban tinggal di Kembangan, Jakarta Barat. Lantaran tidak akur, korban tinggal sendiri di apartemen yang berada di Cengkareng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Motif mahasiswa itu nekat bunuh diri diduga karena sering berselisih paham dengan keluarganya.

Diduga depresi

Dari keterangan ayahnya, lanjut Bintang, sang anak kuliah di perguruan tinggi di Bandung, Jawa Barat, selama tujuh tahun. Namun, korban belum juga lulus.
 
Akhirnya, sang anak meminta modal usaha kafe kopi. Namun, sang ayah meminta korban fokus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu. Hal ini yang diduga memicu korban depresi.
 

Keluarga menolak autopsi

Saat ditemukan mayat korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menolak jenazah diautopsi.
 
"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi mayat. Dan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar Bintang.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif