Satpol PP memasang stiker pengumuman penutupan sementara tempat hiburan di Jakarta, Senin, 22 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Christian
Satpol PP memasang stiker pengumuman penutupan sementara tempat hiburan di Jakarta, Senin, 22 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Christian

Cegah Kekerasan, Moeldoko Ingatkan Kepala Satpol PP Awasi Anak Buah

Nasional Virus Korona pemda Pemerintah Daerah covid-19 pandemi covid-19 PSBM PPKM Darurat
Kautsar Widya Prabowo • 22 Juli 2021 17:32
Jakarta: Kepala Staf Kantor Kepresiden (KSP) Moeldoko meminta Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP)  bekerja dengan empati dalam menertibkan pelanggar protokol kesehatan (prokes). Kepala satpol PP diharap mengawasi anak buahnya agar tidak ada kekerasan. 
 
"Pemimpin harus bisa mengendalikan dan mengenali prajuritnya satu per satu. Tugas pemimpin adalah bisa mengendalikan (prajuritnya) dengan baik," ujar Moeldoko kepada seluruh kepala Satpol PP tingkat provinsi serta kabupaten/kota dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Juli 2021.
 
Menurut dia, kepala Satpol PP juga harus memimpin dengan hati, tanpa kekerasan. Negara saat ini berharap banyak kepada satpol PP untuk menegakkan prokes. Kekerasan dari Satpol PP selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat amat disayangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Remaja Rawan Kesepian saat Pandemi
 
"Saat ini, aktor utama dalam penegakan protokol kesehatan adalah Satpol PP. Maka berikutnya Satpol PP semestinya berdiri paling depan, baru dibantu oleh TNI dan kepolisian. Rapatkan barisan," terang mantan Panglima TNI itu.
 
Ia menyakini apabila Satpol PP mengedepankan empati dan hati, loyalitas dari semua pihak dapat dilahirkan. Hal ini penting untuk akan mendapatkan penghormatan dari masyarakat. 
 
"Kalian muncul dengan senyum dan perilaku baik, maka masyarakat akan mengikuti karena sudah loyal dengan Anda. Kalian semua hebat," kata Moeldoko.  
 
Satpol PP ramai diberitakan kerap melakukan kekerasan kepada masyarakat yang melanggar PPKM darurat. Salah satunya, anggota Satpol PP, Mardani Hamdan, yang memukul pasangan suami-istri saat operasi PPKM di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif