Menghadapi new normal, Dirjen Rehsos Kementerian Sosial Harry Hikmat meminta balai beradaptasi dalam memberikan layanan (Foto:Dok)
Menghadapi new normal, Dirjen Rehsos Kementerian Sosial Harry Hikmat meminta balai beradaptasi dalam memberikan layanan (Foto:Dok)

Memasuki New Normal, Dirjen Rehsos Kemensos Minta Balai Akselerasi Pelayanan

Nasional Berita Kemensos
M Studio • 07 Juni 2020 19:16
Banyumas: Dalam situasi pandemi covid-19, masyarakat Indonesia bersiap memasuki tatanan kehidupan normal yang baru (new normal). Sehubungan dengan hal itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Dirjen Rehsos) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Harry Hikmat meminta balai beradaptasi dalam memberikan layanan.
 
"Memasuki new normal menjadikan setiap balai menghadapi tantangan baru. Harus mengakselerasi dan beradaptasi dalam memberikan pelayanan rehabilitasi secara optimal dengan prosedur dan tata kelola yang berbeda,” ujar Harry Hikmat didampingi Restyningsih Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) Napza "Satria," di Baturraden, Banyumas, Jumat, 5 Juni 2020.
 
Dalam laporannya, Kepala BRSKP Napza Restyningsih menjelaskan balai sudah memfokuskan ulang (refocusing) anggaran untuk penanganan covid-19 berupa penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat rentan dan marginal, khususnya di klaster Napza.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konteks kemanusiaan, kata Harry, Kementerian Sosial melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) memiliki dimensi lain terkait produktivitas yang menuntut keikhlasan agar turun tangan langsung pada situasi sesulit apapun.
 
"Kami apresiasi refocusing yang telah dilakukan balai. Sedangkan, demi tugas kemanusiaan tidak perlu ragu melakukan penataan seperti sebelum masa covid-19, termasuk ruangan diatur kembali. Diharapkan pekan depan layanan kembali beroperasi,” kata Harry.
 
Memasuki <i>New Normal</i>, Dirjen Rehsos Kemensos Minta Balai Akselerasi Pelayanan
 
Salah satu track record positif BRSKP Napza "Satria" Di Baturraden adalah upaya preventif di sekolah. Tidak hanya dilakukan penyesuaian melainkan juga harus diperkuat, dilanjutkan, serta ditingkatkan.
 
"Perlu menjalin dan memperbarui kerja sama dengan sekolah-sekolah dengan meningkatkan upaya preventif dengan materi untuk menghindari kecanduan napza di kalangan para siswa, ” katanya.
 
Memasuki <i>New Normal</i>, Dirjen Rehsos Kemensos Minta Balai Akselerasi Pelayanan
 
Pada kesempatan tersebut, Harry Hikmat memberikan arahan terkait program Ditjen Rehabilitasi Sosial Tahun 2021, termasuk lima kegiatan UPT dalam Asistensi Sosial atau Atensi, meliputi temporary shelter, respons kasus, standardisasi sarana balai, serta peningkatan kapasitas LKS mitra kerja.
 
Usai memberikan arahan, Dirjen Rehabilitasi Sosial dan rombongan meninjau ke seluruh ruangan operasional yang ada di kompleks balai Balai Napza Satria Baturraden, seperti perpustakaan, pangkas rambut, sablon, konseling serta Pusat Informasi dan Edukasi (PIE).
 
“Keberadaan Pusat Informasi dan Edukasi (PIE) Napza Baturaden patut diapresiasi agar terus dikembangkan dengan segala potensi dan selalu berinovasi. Untuk ruangan asrama perlu dikembalikan seperti semula agar Penerima Manfaat (PM) tidak seperti tinggal di barak," kata Harry.
 
Memasuki <i>New Normal</i>, Dirjen Rehsos Kemensos Minta Balai Akselerasi Pelayanan
Sejak diresmikan pada 2 November 2019, PIE Napza Baturraden telah menjadi layanan publik yang memberikan informasi, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan Napza yang terintegrasi dengan lima program rehabilitasi sosial.
 
1. Galeri Informasi dan Edukasi (Garasi) Napza
 
Berisi konten visualisasi informasi dengan berbagai media baik cetak maupun digital, edukasi, theater room, kids zone (diperuntukkan bagi pengunjung yang membawa anak kecil dan membutuhkan konsultasi maupun konseling dengan petugas), replica room (tidak dibuka untuk umum, hanya diperuntukkan bagi penelitian), serta game edukasi.
 
2. Car for Rehabilitation and Education (C4RE)
 
Berupa mobil penyuluhan keliling yang memberikan informasi dan edukasi terkait bahaya penyalahgunaan Napza kepada siswa maupun masyatakat umum. Pengunjung bisa berkonsultasi, screening dan rapid assesment dengan petugas.
 
3. Kedai KoPIE
 
Kehadiran kedai KoPIE sebagai pendamping Garasi Napza yang berlokasi di depan Garasi Napza. Juga Kedai KoPIE sebagai aftercare activity bagi eks penerima manfaat.
 
Memasuki <i>New Normal</i>, Dirjen Rehsos Kemensos Minta Balai Akselerasi Pelayanan
 
4. Pusat Informasi dan Edukasi Napza (PIEN) Access
 
Berupa penyampaian informasi dan edukasi bahaya penyalahgunaan Napza secara digitalisasi melalui laman satria.kemsos.go.id, YouTube brskpn satria, media sosial Instagram @pie_napza, Facebook Pie Napza Baturraden, Twitter @pie_napza.
 
Juga tersedia nomor pelayanan melalui 081393544800 bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi terkait penyalahgunaan Napza, maupun mencari informasi terkait bahaya penyalahgunaan Napza.
 
5. Layanan Terapi Psikososial (LAPIS)
 
Layanan terapi psikososial yang disediakan bagi masyarakat yang membutuhkan dan berfungsi sebagai fasilitas rawat jalan bagi korban penyalahgunaan Napza.
 

(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif