Kediaman Dodi Triono, 50, Ketua RT 12 RW 16 Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, korban perampokan sadis. Foto: MTVN/Ilham Wibowo
Kediaman Dodi Triono, 50, Ketua RT 12 RW 16 Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, korban perampokan sadis. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Korban Perampokan Sadis di Pulomas Diduga Dekat Presiden Jokowi

Ilham wibowo • 27 Desember 2016 14:40
medcom.id, Jakarta: Dodi Triono, 50, Ketua RT 12 RW 16 Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, meninggal di kamar mandi di kediamannya. Dodi diduga jadi korban perampokan.
 
Ketua RW 16 Kayuputih, Pulogadung, Jaktim, Gani menjelaskan, korban yang berprofesi sebagai arsitektur ini memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo saat awal-awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
 
"Pak Jokowi baru jadi gubernur satu bulan saja langsung makan malam sama pak Dodi, sama saya bareng. Dia dapat ucapan dari Jokowi, mas apa yang bisa saya bantu. Diundang makan itu dulu sama pak Dodi. Berarti punya kedekatan kan ya. Saya yakin punya kedekatan," ujar Gani di lokasi kejadian, Selasa (27/12/2016).  

Gani tak tahu pasti mengenai pekerjaan Dodi. Dodi diketahui jarang berada di rumah. Ia sering berada di luar negeri. Gani hanya ketemu dengan Dodi sepekan sekali, yaitu hari Sabtu.
 
"Ya mungkin pengusaha, arsitek mungkin ya. Pak Wali Kota juga hadir. Saya ketemu pak Dodi cuma hari Sabtu. Sehari-hari ke luar negri. Ke Jepang, ke Hongkong," kata dia.
 
Dodi dan 10 orang lainnya ditemukan dalam satu kamar mandi berukuran 1,5 m x 1,5 meter di sebuah rumah Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jaktim, Selasa 27 Desember.
 
Enam orang, termasuk Dodi, meninggal. Lima lainnya masih hidup dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Mereka dipastikan korban perampokan.
 
Kasus ini terungkap lewat laporan Sheila Putri, warga setempat. Dia melapor ke Pos Polisi Kayuputih, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 09.25 WIB. Enam korban tewas diduga akibat kehabisan oksigen.
 
Berikut data korban meninggal:
 
1. Ir. Dodi Triono yang lahir di Jakarta, 17 Mei 1957
 
2. Diona Arika Andra Putri yang lahir Jakarta 26 Agustus 2000. Diona masih berstatus pelajar.
 
3. Dianita Gemma Dzalfayla yang lahir di Jakarta 31 Mei 2007. Dianita merupakan anak ketiga korban.
 
4. Amel. Bocah ini merupakan teman anak korban.
 
5. Yanto berprofesi sopir korban
 
6. Tasrok. Pria 40 tahun ini juga bekerja sebagai sopir.
 
Sementara itu, Emi, Zanette Kslila Azaria, dan Santi ditemukan masih hidup. Dua pembantu korban, Windy dan Fitriani, juga ditemukan masih bernyawa. Sedangkan Sheila dan Evan Sandrego Pratama Putra menjadi saksi dalam kasus ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>