Ilustrasi- Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. ANT/Risyal Hidayat.
Ilustrasi- Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. ANT/Risyal Hidayat.

KontraS Menyayangkan Akses Tersangka Kerusuhan 22 Mei Dibatasi

Nasional pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Juni 2019 06:29
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyayangkan polisi membatasi akses terhadap saksi dan tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019. Berdasarkan pengaduan yang diterima, orang yang ditangkap kesulitan ditemui keluarganya.
 
"Selain itu tidak mendapatkan bantuan hukum dari penasihat hukum atau advokat. Hal ini bertentangan dengan Pasal 60 KUHAP, di mana setiap tersangka berhak untuk menerima kunjungan dari keluarganya" kata Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi KontraS Feri Kusuma dalam konferensi persnya di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu 12 Juni 2019.
 
Feri menambahkan pasca kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu KontraS membuka posko pengaduan. Posko tersebut dibuka selama 4 hari. "Ada 7 laporan ke kita terkait kerusuhan tersebut, itu setelah digabung dengan laporan dari LBH Jakarta," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu KontraS juga menyayangkan Polri yang buru-buru menyimpulkan sembilan orang korban tewas kerusuhan sebagai terduga perusuh. Staf Biro Penelitian, Pemantauan, dan Dokumentasi KontraS Rivanlee Anandar mengatakan, Polri tidak menjelaskan secara detail peran dan keterlibatan mereka sebagai perusuh.
 
"Tanpa penjelasan tersebut maka kesimpulan tersebut bisa memunculkan asumsi di publik terkait pelaku penembakan," kata Rivanlee.
 
Sekelompok orang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu pada Selasa, 21 hingga Rabu, 22 Mei 2019. Mereka menolak hasil Pemilu 2019.
 
Aksi berujung ricuh. Massa membakar ban serta melempari aparat keamanan yang menjaga demonstrasi. Massa juga merusak gerai makanan cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.
 
Kepolisian bertindak cepat dengan menangkap ratusan pembuat onar tersebut. Sebanyak 257 perusuh ditangkap pada 22 Mei 2019, sedangkan 185 orang lainnya ditangkap pada Kamis, 23 Mei 2019.
 
Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu. Total, ada 442 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif