Diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Foto Medcom/Ilham Pratama
Diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Foto Medcom/Ilham Pratama

Pemberitaan Media di Indonesia Soal Reynhard Melegakan

Nasional inggris wni Reynhard Sinaga
Ilham Pratama Putra • 12 Januari 2020 20:40
Jakarta: Peneliti media dan aktivis Remotivi Firman Imanuddin lega dengan pemberitaan media massa Tanah Air terkait kasus warga negara Indonesia (WNI) Reynhard Sinaga. Sebab, mayoritas media massa di Indonesia tak terlalu jauh menyeret isu kasus pemerkosaan sesama jenis tersebut.
 
"Contohnya enggak ada lagi menyeret LGBT (lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Isi ini kan yang kita takutkan kembali mengaitkan dengan LGBT," kata Firman di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jakarta Selatan, Minggu 12 Januari 2020.
 
Firman menilai narasi pemberitaan mayoritas media massa Indonesia soal Reynhard tepengaruh konten media asing seperti BBC atau Guardian. Media asing hanya menyoroti aspek kriminal dari kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dia menyayangkan masih ada sebagian media yang coba mengembangkan kasus tersebut secara 'liar'. Misalnya, dengan mencari keterangan pihak kampus, orang tua, dan lain-lain.
 
"Ujung-ujungnya selalu ngejual dengan sensasional. Kami merasa media bingung framing apa lagi," ungkapnya.
 
Ia berharap pemberitaan kasus Reynhard yang bergulir di Inggris ini bisa jadi pelajaran media massa Tanah Air. Media diharapkan fokus pada substansi hukum dan tak tergoda menulis konten semata mencari click bait.
 
"Cari angle apa yang bisa dipakai, selain mencari bahan gosip. Jangan tergoda dorongan clikbait dan sensasional yang pada akhirnya membawa perdebatan yang tidak substansial," ujarnya.
 
Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Reynhard Sinaga divonis penjara seumur hidup berlapis di Inggris. Pria berusia 36 tahun itu bersalah karena telah memperkosa hingga 190 korban.
 
Kasus hukum ini sejatinya telah bergulir sejak 2017. Namun, baru mencuat setelah ada vonis majelis hakim.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif