medcom.id, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi bakal memberi sanksi tegas bagi Metromini 80. Izin trayek Metromini 80 bakal dicabut. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Andri Yansah memastikan pencabutan izin trayek metromini tersebut.
"Sudah dipastikan akan dicabut dan tidak ada peremajaan. Ingat dari 3.000 unit metromini, ada 1.600 yang sudah dicabut trayeknya, itu karena mereka enggak tertib. Jadi ini kami enggak main-main," tegas Andri saat dihubungi wartawan, Minggu (6/12/2015).
Selain memastikan pencabutan izin trayek, pihak Dishub akan menyelidiki lebih dalam soal penyebab kecelakaan metromini yang tertabrak KRL Commuter line. Dia juga bakal mendalami, identitas sopir metromini nahas itu. Agar dapat memastikan sopir yang mengemudi metromini itu asli atau sopir tembak.
"Kasus ini kan belum ketahuan sopirnya tembak apa asli. Memang sopir kabarnya sudah meninggal. Kalau sopir tembak, sopir aslinya tentu diminta pertanggungjawaban juga," ungkap Andri.
Metromini jurusan Jembatan Lima-Kalideres hancur setelah dihantam KRL Commuter line Kampung Bandan-Duri di perlintasan kereta api Angke, Jakarta Barat, Minggu 6 Desember pagi. 18 orang tewas akibat insiden maut itu.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, metromini tersebut nekat menerobos palang pintu kereta. Padahal, petugas jaga pintu kereta sudah menutup palang pintu tersebut.
Sopir, yang belakangan diketahui bernama Asmadi itu memaksa masuk jalur perlintasan dengan memanfaatkan celah yang ada. Asmadi ikut tewas dalam insiden tabrakan itu.
medcom.id, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi bakal memberi sanksi tegas bagi Metromini 80. Izin trayek Metromini 80 bakal dicabut. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Andri Yansah memastikan pencabutan izin trayek metromini tersebut.
"Sudah dipastikan akan dicabut dan tidak ada peremajaan. Ingat dari 3.000 unit metromini, ada 1.600 yang sudah dicabut trayeknya, itu karena mereka enggak tertib. Jadi ini kami enggak main-main," tegas Andri saat dihubungi wartawan, Minggu (6/12/2015).
Selain memastikan pencabutan izin trayek, pihak Dishub akan menyelidiki lebih dalam soal penyebab kecelakaan metromini yang tertabrak KRL Commuter line. Dia juga bakal mendalami, identitas sopir metromini nahas itu. Agar dapat memastikan sopir yang mengemudi metromini itu asli atau sopir tembak.
"Kasus ini kan belum ketahuan sopirnya tembak apa asli. Memang sopir kabarnya sudah meninggal. Kalau sopir tembak, sopir aslinya tentu diminta pertanggungjawaban juga," ungkap Andri.
Metromini jurusan Jembatan Lima-Kalideres hancur setelah dihantam KRL Commuter line Kampung Bandan-Duri di perlintasan kereta api Angke, Jakarta Barat, Minggu 6 Desember pagi. 18 orang tewas akibat insiden maut itu.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, metromini tersebut nekat menerobos palang pintu kereta. Padahal, petugas jaga pintu kereta sudah menutup palang pintu tersebut.
Sopir, yang belakangan diketahui bernama Asmadi itu memaksa masuk jalur perlintasan dengan memanfaatkan celah yang ada. Asmadi ikut tewas dalam insiden tabrakan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)