medcom.id, Jakarta: Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo mengatakan telah memecahkan teta-teki soal ditemukannya dugaan tumpahan minyak di perairan Belitung. Hal tersebut setelah malam tadi, KRI Patimura sampai ke titik korrdinat dugaan tumpahan minyak.
"Kemarin saya masih punya PR soal dugaan perkiraan tumpahan minyak. Pada malam hari tetap dilakukan ceking KRI Patimura, pukul 19.45 WIB, KRI Patimura berhasil mencapai koordinat dugaan tumpahan minyak," kata Henry Bambang Sulistyo, saat menggelar konfrensi pers di Posko Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/12/2014).
Dia mengatakan saat KRI Patimura mencapai titik lokasi, tidak ditemukan tumpahan minyak. Hanya ada dua gugusan karang besar yang di bawah air, yang menyerupai minyak, jika dilihat dari atas. "Hasilnya hanya dua gugusan karang yang di bawah gugusan air. Ada dua gugusan karang yang lebar," imbuhnya.
Sebelumnya tim gabungan pencari pesawat AirAsia QZ8501 menemukan tumpahan minyak di perairan Belitung. Namun TNI AU meragukan tumpahan minyak itu dari bahan bakar QZ8501. "Saat ini fokus radial pencarian di 090 dari Belitung 105 nautical mile. Dilaporkan di wilayah itu ada tumpahan minyak," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto kepada Metro Tv, Senin 29 Desember, kemarin.
Lokasi tumpahan minyak itu berada di antara sektor 1, 2, dan 3, yang telah dilakukan penyisiran oleh Pemerintah Australia menggunakan pesawat Orion.
Pencarian hari ini berlangsung cukup baik karena didukung tim yang semakin lebar dan kondisi cuaca yang cukup mendukung untuk pencarian pesawat berpenumpang 155 orang dan 7 awak penerbangan.
medcom.id, Jakarta: Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo mengatakan telah memecahkan teta-teki soal ditemukannya dugaan tumpahan minyak di perairan Belitung. Hal tersebut setelah malam tadi, KRI Patimura sampai ke titik korrdinat dugaan tumpahan minyak.
"Kemarin saya masih punya PR soal dugaan perkiraan tumpahan minyak. Pada malam hari tetap dilakukan ceking KRI Patimura, pukul 19.45 WIB, KRI Patimura berhasil mencapai koordinat dugaan tumpahan minyak," kata Henry Bambang Sulistyo, saat menggelar konfrensi pers di Posko Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/12/2014).
Dia mengatakan saat KRI Patimura mencapai titik lokasi, tidak ditemukan tumpahan minyak. Hanya ada dua gugusan karang besar yang di bawah air, yang menyerupai minyak, jika dilihat dari atas. "Hasilnya hanya dua gugusan karang yang di bawah gugusan air. Ada dua gugusan karang yang lebar," imbuhnya.
Sebelumnya tim gabungan pencari pesawat AirAsia QZ8501 menemukan tumpahan minyak di perairan Belitung. Namun TNI AU meragukan tumpahan minyak itu dari bahan bakar QZ8501. "Saat ini fokus radial pencarian di 090 dari Belitung 105 nautical mile. Dilaporkan di wilayah itu ada tumpahan minyak," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto kepada Metro Tv, Senin 29 Desember, kemarin.
Lokasi tumpahan minyak itu berada di antara sektor 1, 2, dan 3, yang telah dilakukan penyisiran oleh Pemerintah Australia menggunakan pesawat Orion.
Pencarian hari ini berlangsung cukup baik karena didukung tim yang semakin lebar dan kondisi cuaca yang cukup mendukung untuk pencarian pesawat berpenumpang 155 orang dan 7 awak penerbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)