medcom.id, Jakarta - Jumlah jasad korban dan serpihan AirAsia QZ8501 yang muncul di permukaan Selat Karimata bisa jadi bertambah. Agar tidak ada yang terlewat, malam ini tiga kapal disiagakan di sekitar lokasi temuan awal.
"Ada KRI Yos Sudarso, KRI Bung Tomo dan KM Basarnas di titik temuan puing," Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/12/2014).
Titik lokasi perlu dikepung mengingat tingginya gelombang di Selat Karimata yang bisa membuat puing-puing berpindah jauh sehingga menyulitkan pencarian. Tinggi gelombang yang mencapai tiga meter juga menjadi penyebab operasi evakuasi malam ini untuk sementara dihentikan.
"Tapi kalau malam nanti gelombang mereda, dengan bantuan lampu-lampu yang ada kita lakukan evakuasi," sambung Soelistyo.
Untuk memperkuat tiga kapal yang ada, mulai tengah malam nanti bala bantuan dijadwalkan tiba di lokasi. Yaitu KRI Banda Aceh, KRI Pulau Rengat dan tiga kapal bantuan Singapura yang tiba bertahap hingga fajar esok.
"Kita juga minta tambahan 14 penyelam kepada TNI AL," imbuh Soelityo tentang upaya mencari jasad dan serpihan yang belum muncul ke permukaan.
medcom.id, Jakarta - Jumlah jasad korban dan serpihan AirAsia QZ8501 yang muncul di permukaan Selat Karimata bisa jadi bertambah. Agar tidak ada yang terlewat, malam ini tiga kapal disiagakan di sekitar lokasi temuan awal.
"Ada KRI Yos Sudarso, KRI Bung Tomo dan KM Basarnas di titik temuan puing," Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/12/2014).
Titik lokasi perlu dikepung mengingat tingginya gelombang di Selat Karimata yang bisa membuat puing-puing berpindah jauh sehingga menyulitkan pencarian. Tinggi gelombang yang mencapai tiga meter juga menjadi penyebab operasi evakuasi malam ini untuk sementara dihentikan.
"Tapi kalau malam nanti gelombang mereda, dengan bantuan lampu-lampu yang ada kita lakukan evakuasi," sambung Soelistyo.
Untuk memperkuat tiga kapal yang ada, mulai tengah malam nanti bala bantuan dijadwalkan tiba di lokasi. Yaitu KRI Banda Aceh, KRI Pulau Rengat dan tiga kapal bantuan Singapura yang tiba bertahap hingga fajar esok.
"Kita juga minta tambahan 14 penyelam kepada TNI AL," imbuh Soelityo tentang upaya mencari jasad dan serpihan yang belum muncul ke permukaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)