Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat. MI/Susanto.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat. MI/Susanto.

Rehabilitasi Tak Menjamin Berhenti Gunakan Narkoba

Candra Yuri Nuralam • 06 Maret 2019 03:15
Jakarta:  Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengatakan tak ada jaminan pecandu narkoba berhenti setelah rehabilitasi. Rehabilitasi dinilai sebagai upaya menghindari dari tindak pidana.
 
"Tidak ada jaminan, siapa yang bisa jamin? Metode apa yang bisa menjamin jika seorang sudah direhabilitasi itu bisa berhenti (mengonsumsi narkoba)," kata Henry dalam acara Primetime News Metro TV, Selasa 5 Maret 2019.
 
Henry menegaskan pecandu kerap menggunakan narkoba usai direhabilitasi. Kasus serupa ini sering terjadi dan ditemukan di masyarakat.

"Tingkat kemungkinan relaps itu sampai 70 persen. Apalagi mau direhab di LP dan sebagainya. LP mana yang tidak ada penyalahgunaan narkoba dan peredaran narkoba?" ujar Henry.
 
Henry meminta pengguna narkoba ditindak tegas. Hukum diminta tak berpihak kepada kalangan tertentu seperti 
 
Untuk itu, Henry meminta penindakan hukum tegas dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Hukum diminta tidak berpihak kepada kalangan tertentu.
 
"Lakukan penegakan hukum sebagaimana mestinya. Lakukan penegakan hukum walaupun itu public figure," kata Henry.
 
Figur publik menjadi contoh bagi masyarakat. Sehingga, tak pantas jika mereka menggunakan narkoba. Henry menyindir Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Seharusnya, kasus yang menjerat Andi sangat tak terpuji.
 
"Saya beserta Bareskim saat ini sedang menjalankan program kampanye milenial bebas narkoba. Kita sudah berjalan dibeberapa daerah. Akan sia-sia usaha kami jika penegakan hukum tebang pilih," pungkas Henry.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>