Area Raudhah, Masjid Nabawi. Foto: Kementerian Haji dan Umrah
Area Raudhah, Masjid Nabawi. Foto: Kementerian Haji dan Umrah

Jangan Tertipu! Masuk Raudhah Gratis, Waspadai Modus Link Nusuk Palsu

Annisa ayu artanti • 29 April 2026 14:07
Ringkasnya gini..
  • Akses Raudhah di Masjid Nabawi dipastikan gratis tanpa biaya.
  • Waspadai penipuan link Nusuk palsu via WhatsApp.
  • Masuk Raudhah hanya lewat barcode tasrih atau aplikasi resmi.
Madinah: Jemaah haji diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan akses masuk Raudhah di Masjid Nabawi. 
 
Pasalnya, layanan masuk ke Raudhah sebenarnya tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya bisa dilakukan melalui jalur resmi.

Modus penipuan link Nusuk marak terjadi

Kementerian Haji dan Umrah melalui Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, mengingatkan adanya modus penipuan yang menyasar jemaah melalui pesan WhatsApp.
 
Oknum tidak bertanggung jawab kerap mengirimkan tautan dan mengklaim kartu Nusuk jemaah bermasalah.

“Disampaikan kepada jemaah haji agar berhati-hati dengan penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang mereka kirim ke WhatsApp jemaah. Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim,” tegasnya dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 29 April 2026.
 
Ichsan menjelaskan, akses resmi ke Raudhah hanya menggunakan sistem barcode, baik melalui skema tasrih (izin kolektif) maupun aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri. Di luar mekanisme tersebut, patut diduga sebagai penipuan.
 
Baca juga: Mau Haji Plus atau Reguler? Ini 5 Perbedaan Penting yang Wajib Kamu Tahu

Sistem Tasrih dan barcode jadi satu-satunya jalur resmi

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa fasilitasi masuk ke Raudhah merupakan bagian dari layanan resmi bagi jemaah haji Indonesia. Karena itu, setiap jemaah memiliki hak yang sama untuk mengakses area yang dikenal sebagai taman surga tersebut.
 
“Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas di sektor, khususnya sektor Nabawi,” ujarnya
 
Ia menambahkan, saat ini marak oknum tidak bertanggung jawab yang berpura-pura menjadi petugas dan memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran. 
 
PPIH memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik pungutan liar oleh pihak manapun.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, memastikan skema tasrih telah disiapkan untuk mengakomodasi seluruh jemaah secara tertib dan terjadwal.
 
“Per 28 April 2026 pukul 10.00 WAS, jumlah tasrih yang telah disetujui mencapai 25.564 jemaah, dengan rincian 12.747 jemaah laki-laki dan 12.817 jemaah perempuan,” jelasnya.
 
Untuk mengakses Raudhah, Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat. Jemaah wajib menggunakan barcode melalui skema tasrih bagi rombongan, atau melalui aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>