Palembang: Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, atas nama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, mengukuhkan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA sebagai Wakil Ketua Umum II Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (DPP Aslinmas) Indonesia.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Stadion Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026), dalam rangkaian Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Dalam sambutan Mendagri yang dibacakan Wamendagri, ditegaskan bahwa Satlinmas memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
"Keberadaan Satlinmas menjadi garda terdepan di tingkat desa/kelurahan yang bekerja secara kolaboratif dengan pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah,” ungkap Akhmad Wiyagus.
Jumlah anggota Satlinmas di seluruh Indonesia mencapai 1.247.815 personel. Jumlah tersebut dinilai bukan sekadar angka, melainkan representasi kekuatan sosial masyarakat yang sangat besar dan strategis dalam mendukung penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, pelindungan masyarakat, hingga penanggulangan bencana di tingkat desa dan kelurahan.
Baca Juga :
Dorong Pemulihan Pascagempa NTT, Mendagri Pastikan Bantuan Tersalurkan
"Satlinmas adalah kekuatan masyarakat yang harus kita bina, kita berdayakan, dan kita tingkatkan kapasitasnya. Satlinmas hadir ketika masyarakat membutuhkannya termasuk ketika bencana,” terang Wamendagri Akhmad Wiyagus.
Dalam konteks pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia juga menekankan pentingnya penguatan peran Satlinmas dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini.
Perkuat Peran Satlinmas
Safrizal ZA menegaskan pengukuhannya sebagai Wakil Ketua Umum II DPP Aslinmas Indonesia merupakan amanah untuk memperkuat peran Satlinmas dalam pemerintahan dan perlindungan masyarakat.
Menurutnya, tantangan seperti bencana hidrometeorologi, karhutla, dinamika sosial, dan kondisi darurat lokal membutuhkan kesiapsiagaan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
"Aslinmas harus kita bangun bukan sekadar sebagai wadah berhimpun, tetapi sebagai mesin penguatan kapasitas Satlinmas di seluruh Indonesia. Kita ingin setiap anggota Satlinmas memiliki pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan kesiapsiagaan yang semakin baik untuk hadir dan memberikan perlindungan ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Safrizal.
Ia menilai, kekuatan utama Satlinmas terletak pada kedekatannya dengan masyarakat. Mereka menjadi salah satu unsur pertama yang dapat mengetahui sekaligus merespons berbagai potensi gangguan ketenteraman, bencana, maupun kondisi kedaruratan.
"Kita ingin membangun Satlinmas yang semakin profesional, responsif, dan adaptif, tetapi tetap berakar pada semangat gotong royong. Karena perlindungan masyarakat pada hakikatnya bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan partisipasi dan kekuatan masyarakat,” pungkasnya.
Palembang: Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, atas nama
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, mengukuhkan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA sebagai Wakil Ketua Umum II Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (DPP Aslinmas) Indonesia.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Stadion Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026), dalam rangkaian Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Dalam sambutan Mendagri yang dibacakan Wamendagri, ditegaskan bahwa Satlinmas memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
"Keberadaan Satlinmas menjadi garda terdepan di tingkat desa/kelurahan yang bekerja secara kolaboratif dengan pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah,” ungkap Akhmad Wiyagus.
Jumlah anggota Satlinmas di seluruh Indonesia mencapai 1.247.815 personel. Jumlah tersebut dinilai bukan sekadar angka, melainkan representasi kekuatan sosial masyarakat yang sangat besar dan strategis dalam mendukung penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, pelindungan masyarakat, hingga penanggulangan bencana di tingkat desa dan kelurahan.
"Satlinmas adalah kekuatan masyarakat yang harus kita bina, kita berdayakan, dan kita tingkatkan kapasitasnya. Satlinmas hadir ketika masyarakat membutuhkannya termasuk ketika bencana,” terang Wamendagri Akhmad Wiyagus.
Dalam konteks pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia juga menekankan pentingnya penguatan peran Satlinmas dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini.
Perkuat Peran Satlinmas
Safrizal ZA menegaskan pengukuhannya sebagai Wakil Ketua Umum II DPP Aslinmas Indonesia merupakan amanah untuk memperkuat peran Satlinmas dalam pemerintahan dan perlindungan masyarakat.
Menurutnya, tantangan seperti bencana hidrometeorologi, karhutla, dinamika sosial, dan kondisi darurat lokal membutuhkan kesiapsiagaan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
"Aslinmas harus kita bangun bukan sekadar sebagai wadah berhimpun, tetapi sebagai mesin penguatan kapasitas Satlinmas di seluruh Indonesia. Kita ingin setiap anggota Satlinmas memiliki pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan kesiapsiagaan yang semakin baik untuk hadir dan memberikan perlindungan ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Safrizal.
Ia menilai, kekuatan utama Satlinmas terletak pada kedekatannya dengan masyarakat. Mereka menjadi salah satu unsur pertama yang dapat mengetahui sekaligus merespons berbagai potensi gangguan ketenteraman, bencana, maupun kondisi kedaruratan.
"Kita ingin membangun Satlinmas yang semakin profesional, responsif, dan adaptif, tetapi tetap berakar pada semangat gotong royong. Karena perlindungan masyarakat pada hakikatnya bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan partisipasi dan kekuatan masyarakat,” pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)