Kupang: Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA bersama Mendagri Tito Karnavian dan rombongan terbang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau dampak gempa di wilayah tersebut.
Kehadiran Mendagri dan kementerian lain di NTT merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana.
“Jadi sejak hari pertama gempa bumi, negara sudah hadir dan berbuat di lokasi bencana. Pemerintah pusat tidak tinggal diam. Ini membuktikan warga tidak sendiri menghadapi bencana,” ungkap Safrizal.
Rombongan Mendagri menyambangi Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Dalam kesempatan itu, Tito berdialog dengan penyintas gempa serta meminta Pemda mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah NTT.
Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.
"Pak Tito menyatakan kecepatannya bantuan sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," jelas Safrizal.
Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp70 juta untuk rumah rusak berat.
Masih pada Hari Kemerdekaan RI, Tito Karnavian beserta rombongan memberikan santunan. "Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat kepada ahli keluarga," kata Mendagri.
Selain santunan tersebut, Tito memastikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dunia.
Baca Juga :
Alat Berat Dikerahkan, Jalur Trans Flores Kembali Terbuka Usai Gempa M 7,7
Tito juga mengapresiasi inisiatif warga mendirikan posko gempa. Ia menyerahkian dua unit genset, 10 tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Tito mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama guna memulihkan dampak bencana. Langkah ini dimulai dengan mempercepat pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik, khususnya sembako untuk memenuhi kebutuhan warga.
Mendagri menjelaskan, pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari evakuasi, penyelamatan, penanganan korban, hingga pemulihan layanan dasar dan akses mobilitas.
"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," terang Mendagri.
Belajar dari bencana Aceh
Berdasarkan pengalaman, Mendagri menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) termasuk yang sigap dalam menangani persoalan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Mendagri menceritakan pascabencana tanah longsor yang menerjang Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat), sebanyak 4.922 sekolah rusak. Namun, saat ini hampir semua bangunan sekolah sudah direhabilitasi dan direkonstruksi.
Dalam kesempatan itu, Mendagri menitipkan bantuan senilai Rp200 juta kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
“Kami ada Rp200 juta, saya serahkan kepada Pak Bupati untuk Palue,” ucap Mendagri kepada Bupati Sikka.
Tito juga meninjau Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola BPBD Kabupaten Sikka. Mendagri mengapresiasi atas manajemen posko yang dinilai sangat baik, detail, dan komprehensif dalam menyajikan data kebencanaan. Sistem ini dinilai mendukung koordinasi lintas sektor serta pengambilan keputusan cepat di lapangan.
“Pengelolaan posko yang solid dan data yang terintegrasi adalah kunci dalam respons cepat tanggap darurat. Kami mendorong BPBD dan seluruh unsur Forkopimda di Sikka untuk mempertahankan koordinasi yang baik ini, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi gempa susulan yang masih ada,” ajak Safrizal ZA.
Kupang: Dirjen Bina Adwil
Kemendagri Safrizal ZA bersama Mendagri
Tito Karnavian dan rombongan terbang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau dampak gempa di wilayah tersebut.
Kehadiran Mendagri dan kementerian lain di NTT merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana.
“Jadi sejak hari pertama gempa bumi, negara sudah hadir dan berbuat di lokasi bencana. Pemerintah pusat tidak tinggal diam. Ini membuktikan warga tidak sendiri menghadapi bencana,” ungkap Safrizal.
Rombongan Mendagri menyambangi Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Dalam kesempatan itu, Tito berdialog dengan penyintas gempa serta meminta Pemda mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah NTT.
Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.
"Pak Tito menyatakan kecepatannya bantuan sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," jelas Safrizal.
Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp70 juta untuk rumah rusak berat.
Masih pada Hari Kemerdekaan RI, Tito Karnavian beserta rombongan memberikan santunan. "Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat kepada ahli keluarga," kata Mendagri.
Selain santunan tersebut, Tito memastikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dunia.
Tito juga mengapresiasi inisiatif warga mendirikan posko gempa. Ia menyerahkian dua unit genset, 10 tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Tito mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama guna memulihkan dampak bencana. Langkah ini dimulai dengan mempercepat pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik, khususnya sembako untuk memenuhi kebutuhan warga.
Mendagri menjelaskan, pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari evakuasi, penyelamatan, penanganan korban, hingga pemulihan layanan dasar dan akses mobilitas.
"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," terang Mendagri.
Belajar dari bencana Aceh
Berdasarkan pengalaman, Mendagri menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) termasuk yang sigap dalam menangani persoalan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Mendagri menceritakan pascabencana tanah longsor yang menerjang Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat), sebanyak 4.922 sekolah rusak. Namun, saat ini hampir semua bangunan sekolah sudah direhabilitasi dan direkonstruksi.
Dalam kesempatan itu, Mendagri menitipkan bantuan senilai Rp200 juta kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
“Kami ada Rp200 juta, saya serahkan kepada Pak Bupati untuk Palue,” ucap Mendagri kepada Bupati Sikka.
Tito juga meninjau Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola BPBD Kabupaten Sikka. Mendagri mengapresiasi atas manajemen posko yang dinilai sangat baik, detail, dan komprehensif dalam menyajikan data kebencanaan. Sistem ini dinilai mendukung koordinasi lintas sektor serta pengambilan keputusan cepat di lapangan.
“Pengelolaan posko yang solid dan data yang terintegrasi adalah kunci dalam respons cepat tanggap darurat. Kami mendorong BPBD dan seluruh unsur Forkopimda di Sikka untuk mempertahankan koordinasi yang baik ini, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi gempa susulan yang masih ada,” ajak Safrizal ZA.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)