Jakarta: Jalur Trans Flores yang sempat tertutup total akibat longsoran pascagempa M 7,7 kini kembali terbuka. Untuk menembus material tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan, petugas mengerahkan tiga unit alat berat dan melakukan pembersihan secara bertahap.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 memicu longsor di sejumlah titik, salah satunya di Jalur Trans Flores Ende-Bajawa KM 4+350. Dilansir dari laman resmi BNPB pada Sabtu, 22 Agustus 2026, material tanah berpasir dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutup seluruh badan jalan hingga membuat akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo sempat lumpuh total.
Pembersihan jalur kemudian dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dengan mengandalkan alat berat. Prosesnya tidak langsung selesai dalam sehari, tetapi dilakukan secara bertahap.
Jalur Kembali Terbuka, tapi Material di Tebing Masih Dibersihkan
Pada hari pertama penanganan, pembersihan berhasil membuka sebagian jalur sehingga kendaraan roda dua sudah dapat melintas secara terbatas. Dua hari kemudian, proses pembersihan bertahap membuahkan hasil lebih besar sehingga kendaraan roda empat maupun kendaraan yang lebih besar mulai dapat melewati lokasi dengan sistem buka-tutup serta kecepatan terbatas.
Berdasarkan pantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis, 20 Agustus 2026, seluruh badan jalan di titik tersebut sudah terbuka dan aktivitas transportasi mulai kembali normal. Meski begitu, pekerjaan belum sepenuhnya berakhir karena masih terdapat material sisa longsoran yang menumpuk di bagian atas lereng.
Pembersihan sisa material dilakukan secara hati-hati karena gempa susulan masih berpotensi memicu runtuhan baru ke badan jalan. Saat gempa susulan M 6,0 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis siang selama sekitar 10 detik, seluruh operasional alat berat langsung dihentikan sementara untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan.
Setelah Jalur Terbuka, Penguatan Tebing Jadi Fokus Berikutnya
Terbukanya kembali Trans Flores membuat konektivitas antara wilayah Ende dan Nagekeo berangsur pulih setelah sebelumnya lumpuh akibat longsor. Selain membersihkan badan jalan, tim juga memulihkan jalur kabel serat optik yang sebelumnya ikut terdampak material longsoran dan menyebabkan gangguan komunikasi di koridor Ende-Nagekeo.
Tahap berikutnya diarahkan pada penguatan struktur tebing untuk mengantisipasi longsor susulan sekaligus pemetaan kebutuhan revitalisasi infrastruktur. Dengan jalur kembali terbuka, akses transportasi dan aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih, meski pengguna jalan tetap perlu berhati-hati karena kondisi di sekitar lokasi masih dalam tahap penanganan. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta: Jalur Trans Flores yang sempat tertutup total akibat longsoran pascagempa M 7,7 kini kembali terbuka. Untuk menembus material tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan, petugas mengerahkan tiga unit alat berat dan melakukan pembersihan secara bertahap.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang
Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 memicu longsor di sejumlah titik, salah satunya di Jalur Trans Flores Ende-Bajawa KM 4+350. Dilansir dari laman resmi
BNPB pada Sabtu, 22 Agustus 2026, material tanah berpasir dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutup seluruh badan jalan hingga membuat akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo sempat lumpuh total.
Pembersihan jalur kemudian dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dengan mengandalkan alat berat. Prosesnya tidak langsung selesai dalam sehari, tetapi dilakukan secara bertahap.
Jalur Kembali Terbuka, tapi Material di Tebing Masih Dibersihkan
Pada hari pertama penanganan, pembersihan berhasil membuka sebagian jalur sehingga kendaraan roda dua sudah dapat melintas secara terbatas. Dua hari kemudian, proses pembersihan bertahap membuahkan hasil lebih besar sehingga kendaraan roda empat maupun kendaraan yang lebih besar mulai dapat melewati lokasi dengan sistem buka-tutup serta kecepatan terbatas.
Berdasarkan pantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis, 20 Agustus 2026, seluruh badan jalan di titik tersebut sudah terbuka dan aktivitas transportasi mulai kembali normal. Meski begitu, pekerjaan belum sepenuhnya berakhir karena masih terdapat material sisa longsoran yang menumpuk di bagian atas lereng.
Pembersihan sisa material dilakukan secara hati-hati karena gempa susulan masih berpotensi memicu runtuhan baru ke badan jalan. Saat gempa susulan M 6,0 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis siang selama sekitar 10 detik, seluruh operasional alat berat langsung dihentikan sementara untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan.
Setelah Jalur Terbuka, Penguatan Tebing Jadi Fokus Berikutnya
Terbukanya kembali Trans Flores membuat konektivitas antara wilayah Ende dan Nagekeo berangsur pulih setelah sebelumnya lumpuh akibat longsor. Selain membersihkan badan jalan, tim juga memulihkan jalur kabel serat optik yang sebelumnya ikut terdampak material longsoran dan menyebabkan gangguan komunikasi di koridor Ende-Nagekeo.
Tahap berikutnya diarahkan pada penguatan struktur tebing untuk mengantisipasi longsor susulan sekaligus pemetaan kebutuhan revitalisasi infrastruktur. Dengan jalur kembali terbuka, akses transportasi dan aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih, meski pengguna jalan tetap perlu berhati-hati karena kondisi di sekitar lokasi masih dalam tahap penanganan.
(Wisa Irena Br Sitepu) Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)