Jakarta: Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus Kepala Pos Komando (Kaposko) Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Safrizal ZA menekankan bahwa pendekatan kolaboratif dengan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci pemulihan bencana.
“Dalam situasi kritis, tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan solusi dan mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Safrizal usai meraih penghargaan Inovasi Membangun Negeri di bidang Innovative Public Official Leader, kategori Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan pascabencana tidak hanya terletak pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada kemampuan menyatukan langkah, mempercepat pengambilan keputusan, dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi di atas kertas, tetapi keputusan yang cepat, kerja yang terintegrasi, dan hasil yang benar-benar dirasakan. Kepemimpinan dalam masa kritis adalah kemampuan menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” sambungnya.
Melalui Satgas PRR, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dalam sinkronisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi, identifikasi kebutuhan prioritas daerah, penyelesaian hambatan pelaksanaan, serta percepatan realisasi dukungan pendanaan bagi wilayah terdampak.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak cukup diukur dari terselesaikannya pembangunan fisik, tetapi juga dari pulihnya pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan