95 ibu rumah tanggan di Kerinci mendapatkan pelatihan mengolah kue kering rendah kalori. ist
95 ibu rumah tanggan di Kerinci mendapatkan pelatihan mengolah kue kering rendah kalori. ist

Pelatihan Usaha Kue Kering Diminati Ibu-ibu, Ini Kata Sandiaga Uno

Adri Prima • 17 Februari 2026 15:00
Ringkasnya gini..
  • YIS bersama OJK dan Rumah Kreatif Nekno melatih 95 ibu di Kerinci membuat kue gluten free dan rendah kalori untuk usaha rumahan.
  • Sandiaga Uno menegaskan pelatihan ini membuka peluang UMKM, memperkuat jejaring usaha, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
  • Program ini dukung ketahanan pangan dan ekonomi kreatif lewat olahan pangan lokal bernilai tambah dan berdaya saing pasar.
Jakarta: Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Nekno dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pelatihan pembuatan olahan komoditas lokal berupa kue kering gluten free dan rendah kalori kepada ibu-ibu di Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Jumat (13/2) lalu.
 
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi serta memiliki kesempatan yang setara.
 
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan program ini diikuti oleh 95 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kerinci.

“Pelatihan ini bertujuan membuka peluang usaha rumahan melalui produk makanan berupa kue kering gluten free dan rendah kalori. Selain itu, para peserta juga dibekali keterampilan membuat produk makanan yang saat ini tengah diminati pasar,” ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis.
 
Ia menambahkan, aspek terpenting dari kegiatan ini adalah membangun jejaring pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong penjualan berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. 
 
Pelatihan Usaha Kue Kering Diminati Ibu-ibu, Ini Kata Sandiaga Uno
 
Baca juga:
1 dari 3 Perempuan di Dunia adalah Pelaku UMKM, Bagaimana Datanya di Indonesia?

Ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat


Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi menuturkan bahwa workshop tersebut bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
 
“Ketahanan pangan saat ini tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas, keamanan, nilai gizi, dan keberlanjutan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat turut mendorong kebutuhan produk gluten free dan rendah kalori,” kata Zainal.
 
Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mengolah bahan pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian menjadi produk bernilai tambah tinggi.
 
Melalui workshop ini, diharapkan lahir produk inovatif yang sehat, wirausaha baru di bidang pangan sehat, serta jejaring kolaborasi antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
 
Pemerintah Kabupaten Kerinci juga berkomitmen mendukung penguatan sektor pangan dan ekonomi kreatif agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
 
"Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkolaborasi, dan terus berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutupnya. 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan