medcom.id, Jakarta: Bom di ITC Depok menginspirasi Leopard Wisnu Kumala, 29, untuk melakukan hal serupa. Leopard juga sering menyaksikan pemberontakan ISIS di Suriah melalui televisi.
Bom meledak di toilet ITC Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin sore 23 Februari. Polisi mengamankan barang bukti kardus berisi tiga botol aki, kaleng cat, kabel merah dan hitam, dan baterai yang sudah hancur.
"Kemudian tersangka mencoba-coba membuat bom dan meletakkan bom di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal, Jumat (30/10/2015).
Leopard belajar membuat bom dari situs video YouTube. Ia merakit sendiri bom di rumahnya di Serang, Banten. Total, Leopard merangkai lima bom jenis triacetone triperoxide peroxyacetone (TATP). Bom ini berdaya ledak tinggi.
"Dua bom meledak, dua bom gagal meledak, dan satu bom dijinakkan oleh petugas," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Kamis 29 Oktober.
Bom-bom itu coba untuk diledakkan pada 6 Juli, 9 Juli, dan 28 Oktober. Pada 6 Juli, bom diletakan di Food Hall Mall Alam Sutera. Bom yang menggunakan kaleng racun antiserangga itu gagal meledak.
Pada 9 Juli, bom cair tersebut meledak di toilet pria kantin karyawan Mall Alam Sutera. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Dari peristiwa itu, polisi mempelajari jenis bom dan modus yang dilakukan pelaku. "Dari gelar perkara, kami simpulkan bahan bom ini sangat berbahaya," lanjut Krishna.
Di tempat yang sama, yakni toilet pria Mall Alam Sutra, bom meledak pada Rabu 28 Oktober. Seorang karyawan bernama Fian jadi korban, kakinya terluka.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, Leopard bukan bagian dari jaringan terorisme. Ia bergerak tanpa pemimpin. Modusnya bukan jihad tapi karena ekonomi.
Leopard memeras pengelola Mall Alam Sutera dengan meminta 100 bitcoin. Nilai satu bitcoin Rp3 juta. Namun, yang dituruti pengelola Mall Alam Sutera hanya 0,25 bitcoin atau sekitar Rp700 ribu.
Leopard mengaku butuh uang karena terlilit utang. Permintaan istrinya agar dibelikan mobil juga membebani pikiran Leopard.
"Pelaku tunggal. Motif bukan dalam rangka ideologi tapi lebih banyak soal ekonomi untuk mendapatkan uang," kata Kapolda.
medcom.id, Jakarta: Bom di ITC Depok menginspirasi Leopard Wisnu Kumala, 29, untuk melakukan hal serupa. Leopard juga sering menyaksikan pemberontakan ISIS di Suriah melalui televisi.
Bom meledak di toilet ITC Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin sore 23 Februari. Polisi mengamankan barang bukti kardus berisi tiga botol aki, kaleng cat, kabel merah dan hitam, dan baterai yang sudah hancur.
"Kemudian tersangka mencoba-coba membuat bom dan meletakkan bom di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal, Jumat (30/10/2015).
Leopard belajar membuat bom dari situs video YouTube. Ia merakit sendiri bom di rumahnya di Serang, Banten. Total, Leopard merangkai lima bom jenis
triacetone triperoxide peroxyacetone (TATP). Bom ini berdaya ledak tinggi.
"Dua bom meledak, dua bom gagal meledak, dan satu bom dijinakkan oleh petugas," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Kamis 29 Oktober.
Bom-bom itu coba untuk diledakkan pada 6 Juli, 9 Juli, dan 28 Oktober. Pada 6 Juli, bom diletakan di Food Hall Mall Alam Sutera. Bom yang menggunakan kaleng racun antiserangga itu gagal meledak.
Pada 9 Juli, bom cair tersebut meledak di toilet pria kantin karyawan Mall Alam Sutera. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Dari peristiwa itu, polisi mempelajari jenis bom dan modus yang dilakukan pelaku. "Dari gelar perkara, kami simpulkan bahan bom ini sangat berbahaya," lanjut Krishna.
Di tempat yang sama, yakni toilet pria Mall Alam Sutra, bom meledak pada Rabu 28 Oktober. Seorang karyawan bernama Fian jadi korban, kakinya terluka.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, Leopard bukan bagian dari jaringan terorisme. Ia bergerak tanpa pemimpin. Modusnya bukan jihad tapi karena ekonomi.
Leopard memeras pengelola Mall Alam Sutera dengan meminta 100 bitcoin. Nilai satu bitcoin Rp3 juta. Namun, yang dituruti pengelola Mall Alam Sutera hanya 0,25 bitcoin atau sekitar Rp700 ribu.
Leopard mengaku butuh uang karena terlilit utang. Permintaan istrinya agar dibelikan mobil juga membebani pikiran Leopard.
"Pelaku tunggal. Motif bukan dalam rangka ideologi tapi lebih banyak soal ekonomi untuk mendapatkan uang," kata Kapolda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)