medcom.id, Jakarta: Pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) terutama pada sektor kerajinan tangan membawa sinyal positif. Apalagi, IKM kerajinan tangan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Melihat potensi tersebut, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya segera membentuk sentra-sentra kerajinan IKM agar masing-masing daerah memiliki spesifikasi kerajinan sendiri. Pemusatan IKM untuk mendorong perkembangan kerajinan tangan ke depannya.
"Kita sedang menyiapkan sentra-sentra kreatif industri. Sentra-sentra itu sudah diidenfitikasi, seperti di Bali, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Sumatra Barat dan beberapa provinsi lain. Sehingga diharap industri kreatif di dalamnya bisa tumbuh berkembang dengan baik," ujar Hidayat setelah membuka Pameran Produk Unggulan Bantul di Plasa Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014).
Menurutnya, sedikitnya sentra IKM membuat produsen kerajinan tangan di sebagian daerah kesulitan memasarkan produknya. Padahal, produk kerajinan tangan tersebut bisa melanglang buana di luar negeri. Ia mencontohkan, banyak produk kerajinan bernilai ekspor dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang harus terbang melalui Bali.
"Untuk sekarang (ekspor melalui Bali-red) biarkan saja dulu. Selanjutnya harus dibuat branding program sendiri, ini bisa dilakukan bersama Kemenperin. Karena Yogyakarta bukan hanya ekspor furnitur, tapi juga handycraft (kerajinan tangan) dari perak yang punya market baik di dalam maupun luar negeri," ujarnya.
Selain itu, Hidayat juga meminta agar kepala daerah pada tingkat gubernur dan bupati mampu menjadi penjual bagi produk-produk yang dihasilkan di wilayahnya sehingga mampu dikenal oleh dunia internasional. "Gubernur ini kami minta jadi saleman bagi negara untuk jualan diluar negeri. Presiden pun melakukan hal itu. Ini supaya kita bisa memenangkan kompetisi global," ungkapnya.
medcom.id, Jakarta: Pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) terutama pada sektor kerajinan tangan membawa sinyal positif. Apalagi, IKM kerajinan tangan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Melihat potensi tersebut, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya segera membentuk sentra-sentra kerajinan IKM agar masing-masing daerah memiliki spesifikasi kerajinan sendiri. Pemusatan IKM untuk mendorong perkembangan kerajinan tangan ke depannya.
"Kita sedang menyiapkan sentra-sentra kreatif industri. Sentra-sentra itu sudah diidenfitikasi, seperti di Bali, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Sumatra Barat dan beberapa provinsi lain. Sehingga diharap industri kreatif di dalamnya bisa tumbuh berkembang dengan baik," ujar Hidayat setelah membuka Pameran Produk Unggulan Bantul di Plasa Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014).
Menurutnya, sedikitnya sentra IKM membuat produsen kerajinan tangan di sebagian daerah kesulitan memasarkan produknya. Padahal, produk kerajinan tangan tersebut bisa melanglang buana di luar negeri. Ia mencontohkan, banyak produk kerajinan bernilai ekspor dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang harus terbang melalui Bali.
"Untuk sekarang (ekspor melalui Bali-
red) biarkan saja dulu. Selanjutnya harus dibuat branding program sendiri, ini bisa dilakukan bersama Kemenperin. Karena Yogyakarta bukan hanya ekspor furnitur, tapi juga
handycraft (kerajinan tangan) dari perak yang punya market baik di dalam maupun luar negeri," ujarnya.
Selain itu, Hidayat juga meminta agar kepala daerah pada tingkat gubernur dan bupati mampu menjadi penjual bagi produk-produk yang dihasilkan di wilayahnya sehingga mampu dikenal oleh dunia internasional. "Gubernur ini kami minta jadi saleman bagi negara untuk jualan diluar negeri. Presiden pun melakukan hal itu. Ini supaya kita bisa memenangkan kompetisi global," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)