(*) MI/Angga Yuniar
(*) MI/Angga Yuniar

Sebut IQ Prabowo 152, Fachri Diibaratkan sedang Mark-Up Proyek

03 Juni 2014 20:38
medcom.id, Jakarta: Salah satu anggota Tim Sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla, Fahmi Habcy, menilai perbuatan Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah yang menyebut Prabowo Subianto memiliki IQ 152 seperti lagi melakukan mark-up proyek.
 
"Informasi yang kami dapatkan, IQ Prabowo itu cuma 110 bukan 152. Angka IQ saja di-mark up sudah kayak korupsi proyek. Mungkin Fahri terinspirasi dari mark up kasus proyek-proyek korupsi yang ada di Kementerian Pertanian," ujar Fahmi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
 
Ia mengatakan Komisi Pemilihan Umum sengaja tidak mempublikasikan hasil tes karena khawatir ada salah satu kandidat yang gugur akibat tidak terpenuhinya persyaratan menjadi capres-cawapres.

Menurutnya, Kubu Prabowo sedang menutupi persepsi tentang kejiwaan Prabowo yang meledak-ledak dengan menghiperbolakan angka IQ. Padahal, lanjut Fahmi, tingginya angka IQ tidak menjamin seorang pemimpin menjadi bijak saat memegang kekuasaan.
 
"Diktator Khadafi, Kim Il Sung, Teodoro Nguema 'si Kanibal' juga 145-an IQ-nya. Kesimpulannya IQ tidak menjamin orang bijak saat memimpin negara," terang Fahmi yang juga Direktur Pusat Kajian Trisakti itu.
 
Seperti diberitakan, Fachri Hamzah mengklaim intelligence questions (IQ) Prabowo Subianto berdasarkan hasil tes psikologi diklaim sebesar 152. Dia lalu membandingkan IQ rata-rata orang di dunia yakni 91 sampai 111.
 
"Berita gembira bagi kita, hasil tes psikologi capres, bahwa IQ Pak Prabowo, dalam tes itu 152. Sudah dianggap luar biasa 120 sampai 130, bayangkan kalau 152, itu kategori pemimpin jenius," ujarnya saat menghadiri peresmian tim kampanye Prabowo-Hatta di Kalimantan Tengah, Senin (2/6/2014).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NAV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>