Seminar Unhan Hadirkan Pakar Pertahanan Dunia
Ilustrasi: Tim Nuklir Biologi dan Kimia (Nubika) menetralisasi lokasi yang terkena senjata kimia teroris dalam simulasi pengamanan KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (28/2). Foto: Antara/Sigid Kurniawa
Bogor: Universitas Pertahanan (Unhan) siap menghadirkan para pakar pertahanan dunia dalam seminar bertajuk Internasional Defense Science Seminar (IIDSS) Kedua. Seminar ini akan dilaksanakan pada 11-12 Juli 2018 di Jakarta.

Seminar mengusung tema 'Strengthening Defense Diplomacy to Address Common Security Challenges'. Tema ini diangkat untuk menjawab tantangan keamanan global dan dinamika lingkungan strategis pada tingkat regional maupun global.

"Unhan akan mengundang para rektor dan dekan dari 11 universitas pertahanan dunia, antara lain dari Rusia, Inggris, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Korea, China, Malaysia, dan lainnya," demikian keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 3 Juli 2018.


Pada IIDSS 2017, seminar fokus terhadap bidang ilmu dan teknologi pertahanan. Tahun ini seminar akan membahas sejumlah hal, yakni Global Diplomacy on Non Proliferation of Weapons of Mass Destruction (WMD); Cracking Down Transnational Organised Crimes (TOC) in the Asean Region; Terrorism and Separatism Challenges; Promoting Sustainable Resources Development; Sharing Best Practices and Strategies in Disaster Relief; dan Media and Information Warfare.

"Salah satu yang menjadi subtema dalam seminar internasional ini terkait senjata pemusnah masal."

Subtema tersebut adalah Weapon of Mass Destruction Crisis Potential in Asia Pacific. Subtema itu akan dipaparkan Col Nikolay V Nikolayuk dari Russian Feserstion. Tentang Preventing Chemical Weapons akan dibahas Lijung Shang, seorang dosen ahli dari university of Bradford.

Seminar juga menghadirkan Marie Isabelle Chevrier, profesor dari Rutgers University-Camden USA. Ia akan memaparkan hal penting terkait senjata biologis.

Baca: Unhan akan Seminarkan Tantangan Pertahanan Terkini

Masih ada beberapa subtema lainnya yang akan menjadi agenda dalam seminar internasional Unhan, yakni Trans-national Organized Crime (TOC) yang akan dipaparkan oleh para ahli seperti Laksamana Madya TNI (Purn) Desi Albert Mamahit dari Unhan. Tema ini juga dibahas Collie Brown dari Indonesia Country Manager and Liaison to ASEAN UNODC, Kiagus Ahmad Badaruddin selaku kepala PPATK Indonesia, serta Dimitry Mikhailov dari State University by Lomonosov NV Rusia.

"IIDSS 2018 ini telah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Unhan dalam rangka memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan."

Seminar internasional ini akan menjadi forum untuk para ahli dan pemikir di bidang ilmu pertahanan dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pertahanan. Seminar ini diharapkan menjadi alternatif bersama dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, tidak hanya di tingkat regional, namun menjangkau tataran global.



(UWA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id