Presiden Joko Widodo di Gresik, Jatim. (tangkapan layar/Metro TV)
Presiden Joko Widodo di Gresik, Jatim. (tangkapan layar/Metro TV)

Pemberian Alsintan Tidak Produktif, Jokowi Ubah Pola Jadi Sewa

Andhika Prasetyo • 22 Agustus 2022 12:26
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut program bagi-bagi alat mesin pertanian (alsintan) yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) selama ini tidak produktif. Jokowi melihat di lapangan, mesin-mesin pengolah berteknologi modern itu hanya berusia singkat karena para petani tidak bisa memperbaiki ketika terjadi kerusakan.
 
"Untuk alsintan, kita tidak akan menggunakan pola lama. Pemberian dari Kementerian Pertanian itu kita lihat di lapangan tidak produktif karena begitu rusak sedikit saja pasti ditinggal," ujar Jokowi di Gresik, Jawa Timur, Senin, 22 Agustus 2022.
 
Atas dasar itu, Kepala Negara menginstruksikan program baru bertajuk taksi alsintan. Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, mesin-mesin pertanian kali ini tidak diberikan langsung kepada para petani.

Jokowi menuturkan petani bisa menyewa kepada koperasi atau badan usaha yang memiliki kemampuan dari segi biaya maupun keahlian untuk pengadaan dan pengelolaan fasilitas tersebut. Dalam proses pengadaannya, badan usaha selaku penyedia barang akan berhubungan langsung dengan sistem perbankan.
 
"Artinya, kalau di sebuah daerah itu visible, bank pasti akan membiayai. Jadi, dengan pola taksi alsintan ini, pemilik mesin nanti (hanya) satu. Misalnya, UD Pesanggerahan, UD Dwi Putra Raya. Mereka yang memiliki alsintan dan disewakan kepada petani-petani," jelas mantan Wali Kota Solo itu.
 

Baca: Mentan Minta Gubernur Sultra Siapkan 1.000 Ha Lahan Pertanian


Jokowi mengatakan pemerintah masih terus mematangkan formula dari kebijakan baru itu. Yang pasti, Presiden ingin agar para petani bisa mengkases alsintan dengan mudah sehingga proses tanam dan panen bisa berjalan dengan baik, dengan hasil produkai yang maksimal.
 
"Saya lihat, kalau ini didukung bunga bank yang rendah, kita subsidi, kemudian juga kita beri uang muka yang membantu, saya kira akan banyak sekali daerah yang mau. Ini masih akan kita rumuskan," tutur Jokowi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan