Ilustrasi. (Medcom.id)
Ilustrasi. (Medcom.id)

Penularan Covid-19 Bisa Terjadi Meski Antibodi Tinggi

Theofilus Ifan Sucipto • 16 Agustus 2022 11:16
Jakarta: Masyarakat diimbau tidak lalai menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat merayakan hari ulang tahun (HUT) Indonesia ke-77. Meskipun, hasil sero survei menunjukkan 98,5 masyarakat sudah memiliki antibodi covid-19.
 
 “Walau antibodinya meningkat, kita tetap bisa tertular,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Iris Rengganis dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Iris mengatakan ada sejumlah hal yang memengaruhi hal tersebut. Mulai dari mutasi virus hingga kondisi kesehatan individu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sistem imun tubuh tergantung pada yang membentuk sistem imun tubuh, kondisi tubuh, dan lingkungan,” jelas dia.
 
Meski begitu, Iris tetap mendorong masyarakat divaksin hingga dosis ketiga atau booster. Supaya potensi tertular, keparahan, tingkat perawatan, bahkan kematian ditekan seminimal mungkin.
 
“Bila tidak bisa divaksin karena ada penyakit atau belum layak divaksinasi, tetap lakukan prokes dengan baik dan bijak dalam bermobilitas,” ujar dia.
 

Baca: Pakar: Disiplin Prokes Tak Bisa Ditawar-tawar


Iris menegaskan orang yang belum divaksin harus ekstra waspada. Caranya dengan tidak bepergian ke tempat ramai bila tidak mendesak.
 
“Artinya harus bisa melindungi dirinya agar jangan tertular atau menularkan,” tutur dia.
 
Pemerintah melakukan sero survei nasional di 100 kabupaten/kota terpilih. Hasilnya, kekebalan komunitas pada sampel mencapai 98,5 persen.
 
“Karena dalam rentang satu tahun, ada banyak program pengendalian covid-19 salah satunya pemberian vaksin booster,” kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Agustus 2022.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif