Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

46 Kantong Jenazah Korban Erupsi Semeru Diterima DVI Polri

Nasional polri Erupsi Gunung gunung semeru Gunung Semeru Erupsi korban erupsi Gunung Semeru
Siti Yona Hukmana • 23 Desember 2021 17:14
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus menerima kantong jenazah korban erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur. Total 46 kantong jenazah diterima DVI Polri.
 
"(Sebanyak) 46 kantong jenazah, yang terdiri dari 37 jenazah dan enam potongan tubuh, yang telah diterima oleh RSUD dr. Haryoto di Lumajang (Jawa Timur)," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Desember 2021.
 
Ramadhan mengatakan 45 dari 46 kantong jenazah telah diperiksa. Sebanyak 29 jenazah berhasil teridentifikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Sebanyak) 16 kantong belum teridentifikasi. Sedangkan satu kantong lagi masih menunggu proses pemeriksaan," ungkap Ramadhan.
 
Di samping itu, Ramadhan menjelaskan ada 76 data antemortem yang diterima Tim DVI Polri. Ada sampel DNA baru dari total 32 sampel DNA yang diterima.
 
"Serta ada 19 sampel DNA postmortem," ujar Ramadhan.
 
Baca: Korban Meninggal Erupsi Semeru Bertambah Menjadi 51 Jiwa
 
Ramadhan menegaskan operasi DVI belum ditutup. Tim DVI masih membuka operasi selama ada jenazah yang belum teridentifikasi.
 
"Oleh karena itu, sesuai dengan surat perintah yang ada, maka operasi Tim DVI ini akan terus diperpanjang sampai dengan 3 Januari 2022," ucap Ramadhan.
 
Dia mengaku akan menyampaikan hasil pemeriksaan apabila telah keluar. Namun, pos DVI Polda Jatim baik postmortem maupun antemortem akan dipindah dari Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.
 
Menurut Ramadhan, jenazah dan barang bukti yang belum teridentifikasi akan dikubur menggunakan peti khusus atau aluminium dengan tanda khusus. Apabila suatu saat cukup data akan dilakukan rekonstruksi data postmortem dan antemortem.
 
"Jika bisa teridentifikasi, jenazah yang sudah dikubur bisa digali dan dipindahkan di tempat yang dinginkan oleh pihak keluarga," kata Ramadhan.
 
Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu sore, 4 Desember 2021. Aktivitas pada gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terekam dalam sejumlah video dan viral di media sosial. Erupsi mengakibatkan permukiman warga sekitar kaki gunung terdampak abu vulkanik.
 
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru per 21 Desember 2021, pukul 18.00 WIB, korban meninggal bertambah satu orang. Sehingga, total korban meninggal dunia menjadi 51 orang.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif