Ilustrasi antibodi covid-19/Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi antibodi covid-19/Medcom.id/M Rizal

Antibodi Covid-19 Warga Jawa-Bali 99%, FKM UI: Membahagiakan

Nasional survei covid-19 antibodi virus korona covid-19 pandemi covid-19 Penularan covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 20 April 2022 15:41
Jakarta: Antibodi masyarakat di Jawa dan Bali terhadap covid-19 mencapai 99,2 persen pada Maret 2022. Angka itu meningkat enam persen dari hasil survei serologi sebelumnya 93 persen.
 
“Peningkatan enam persen terbilang cukup tinggi dibandingkan (survei) Desember 2021 dan cukup menggembirakan,” kata anggota Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Muhammad N Farid mengungkapkan dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 20 April 2022.
 
Farid mengatakan ada dua hal yang memicu peningkatan antibodi covid-19. Pertama, semakin banyak masyarakat yang divaksinasi, dan semakin banyak orang yang mendapat antibodi alami usai terinfeksi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi cukup besar proporsi penduduk yang punya antibodi covid-19 pada Maret 2022,” papar dia.
 
Baca: Menkes: Antibodi Covid-19 Masyarakat Meningkat Jadi 99,2%
 
Meski begitu, Farid mengingatkan hasil survei bukan menggambarkan antibodi warga di seluruh wilayah Indonesia. Survei tersebut memotret situasi di 21 kabupaten/kota di tujuh provinsi Jawa dan Bali. Provinsi tersebut ialah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali.
 
“Kabupaten/kota yang dipilih merupakan daerah asal dan tujuan mudik,” kata dia.
 
Pemilihan tersebut dilakukan guna menganalisis antibodi masyarakat menjelang periode mudik. Sehingga, pemerintah memiliki acuan data dalam membuat kebijakan terkait mobilitas masyarakat.
 
“Hasil survei juga dikomparasi dengan data yang sama pada level individu pada Desember 2021,” tutur Farid.
 
Survei dilakukan pada Maret 2022 dengan desain panel survei pada tingkat individual. Artinya, Tim Pandemi FKM UI meneliti responden yang sama dengan survei serologi pada Desember 2022.
 
Sebanyak 2.100 responden dilibatkan dalam survei medik ini. Mereka terdiri atas 100 responden dari masing-masing 21 kabupaten/kota. Kategori responden merujuk pada jenis kelamin, umur, riwayat vaksinasi, dan riwayat terdeteksi covid-19.
 
“Stratifikasi untuk menjamin distribusi responden sama dengan distribusi penduduk menurut strata yang kami tinjau,” jelas Farid.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif