Penembak Gedung DPR Terancam 20 Tahun Bui
Dua orang pelaku penembak Gedung DPR RI ditangkap--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Dua orang yang diduga pelaku penembakan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, ditangkap. Keduanya yakni IAW, 32, dan RMY, 34. Mereka terancam 20 tahun penjara.

"Terduga tersangka ini mulai menembak di Lapangan Tembak Senayan, pukul 12.00 WIB. Dia hendak latihan menembak. Namun, mereka belum menjadi anggota Perbankin," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Oktober 2018.

Nico akan menyelidiki bagaimana proses dua tersangka itu bisa masuk ke Lapangan Tembak. Selain itu, polisi juga akan mendalami proses peminjaman senjata api.


"Senjata api itu disimpan di gudang senjata. Senjata itu milik A dan G. Kami akan memeriksa apakah A dan G memberi izin menggunakan senjata itu atau tidak," ungkap dia.

Ia menambahkan penembakan itu terjadi secara tak sengaja. Dua tersangka diyakini kaget dan empat peluru yang terisi dalam senjata api keluar dengan sendirinya.

"Senjata itu sudah dimodifikasi. Pada waktu itu tersangka IAW mengisi empat peluru jadi sempat balik ke atas dan peluru itu yang didapatkan dari ruang kerja lantai 13 kamar 1313 dan lantai 16 kamar 1601," jelas Nico.

Baca: Perketat Regulasi Kepemilikan Senjata Api

Pengungkapan dilakukan atas dasar Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/925/X/2018//PMJ/Ditreskrimum, tanggal 15 Oktober 2018. Selain itu, juga atas dasar Surat Perintah Tugas Nomor : Sp.Gas/7050/X/2018/Ditreskrimum, tanggal 01 Oktober 2018.

Barang bukti disita saat penangkapan. Di antaranya, satu pucuk senjata api jenis Glock 17, 9x19 buatan Austria warna hitam coklat dan satu pucuk senjata api merek Akai Costum buatan Austria Kaliber 40 hitam. Total seluruh peluru yakni 450 proyektil.

"Senjata Api Glock ini dikuasi dan dipergunakan oleh IAW di Senayan, Jakarta Pusat yanh mengenai Gedung DPR," kata Nico Afinta.

Insiden penembakan terjadi pukul 14.35 WIB di Gedung Nusantara I lantai 13 kamar 1313 ruang kerja anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama. Kemudian, terjadi pula penembakan di lantai 16 kamar 1601 ruang kerja anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw pukul 16.30 WIB.

Sebelum peluru panas itu mengenai kaca ruang kerja Wenny, peluru lebih dulu mengenai jilbab belakang bagian kepala saksi atas nama Dewi Farista. Proyektil peluru menembus kain penutup kepala Dewi hingga bolong, sebelum menembus dinding kaca ruang kerja Wenny.

Berdasarkan uji balistik di Puslabfor Mabes Polri diperoleh keterangan bahwa proyektil yang terdapat di ruang 1601 dan ruangan 1313 identik dengan peluru yang digunakan tersangka IAW, pada saat melakukan latihan menembak di Lapangan Tembak Perbakin, Senayan, Jakarta Pusat.

"Setelah diselidiki di Lapangan Tembak, para terduga pelaku menguasai senjata api tanpa izin," ujar Nico.

Penembakan itu dinyatakan peluru nyasar, bukan teror. Dua kali tembakan itu merupakan peluru nyasar saat latihan tembak di Kompleks Olahraga Shooting Range Perbakin, Jalan Gelora Nomor 1, Senayan, Jakarta Pusat.

"Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo, sehingga jelas tembakan ini berasal dari Lapangan Tembak untuk latihan," imbuh Nico.

Terduga pelaku itu diduga melakukan tindak pidana menguasai, membawa dan memiliki senjata api tanpa hak. Atas tindak pidana itu, dua orang terduga pelaku dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id