Yayasan Begawan Latih Siswa Jadi Pejuang Lingkungan
Para siswa menampilkan tari Bali saat pembukaan Pusat Pembelajaran dan Konservasi Yayasan Begawan di Gianyar, Bali. Foto-foto: Yayasan Begawan
Jakarta: Yayasan Begawan mengagas program pejuang lingkungan bagi pelajar. Program ini dijalankan seiring dengan pendirian Pusat Pembelajaran dan Konservasi Yayasan Begawan di Banjar Pengaji, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.

Staf Edukasi Yayasan Begawan, Ni Made Muliani, mengatakan program ini untuk meningkatkan partisipasi pelajar dalam isu-isu lingkungan. Terutama dalam program penangkaran dan pelepasliaran Jalak Bali yang menjadi fokus dari Yayasan Begawan.

"Kurikulumnya dibuat berdasarkan konservasi dan perlindungan lingkungan hidup," kata Muliani, melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 November 2018.
 
Program-program edukasi yang digagas meliputi program 10 minggu belajar di sekolah-sekolah di Payangan dan kegiatan setelah sekolah. Awalnya program-program ini disalurkan melalui wadah yang diberi nama Klub Lingkungan. 


Melalui klub ini, yayasan mendorong siswa menyuarakan ide dan opini mereka. Pelajar juga didorong berperan aktif menyelesaikan isu-isu lingkungan di sekeliling mereka. "Contoh kecilnya, ikut mengurangi sampah," ujar dia.

Pendiri Yayasan Begawan Bradley Gardner (kiri) dan Debbie Gardner (kanan) saat meresmikan pusat konservasi

Di Klub Lingkungan terdapat perpustakaan eco. Di sini juga rutin dipresentasikan mengenai satwa, sains, dan lingkungan hidup. Ada juga kelas bahasa Inggris, membaca, serta Matematika.

"Klub Lingkungan inilah tempat siswa belajar menjadi pejuang lingkungan. Agar kelak mereka semangat untuk menjaga burung Jalak Bali dan lingkungan di sekitarnya," kata Muliani.

Baca: Pusat Penangkaran Jalak Bali Resmi Dibuka

Pusat pembelajaran ini resmi dibuka pada Kamis, 22 November 2018. Fokus dari pembukaannya tak lani untuk melindungi Jalak Bali yang nyaris punah. 

Muliani mengatakan masyarakat diajak bertanggung jawab menjaga keamanan burung ini di alam liar. "Keterlibatan masyarakat akan memberikan manfaat bagi konservasi. Tujuan akhirnya, memastikan bahwa masyarakat sendirilah yang bangga akan lingkungan sekitarnya, terutama dalam menjaga keselamatan burung asli Bali di alam liar," ujar dia.






(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id