Kompetisi Anak yang digelar di Bencingah, Lombok Tengah. Foto: dokumen istimewa
Kompetisi Anak yang digelar di Bencingah, Lombok Tengah. Foto: dokumen istimewa

Sampoerna Komitmen Cegah Pekerja Anak di Sektor Tembakau

Nasional pekerja anak
27 Desember 2018 03:34
Jakarta: PT HM Sampoerna Tbk secara konsisten menyelenggarakan Rumah Pintar untuk mencegah pekerja anak di sektor tembakau. Rumah Pintar yang dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 2016 itu merupakan program layanan bagi anak-anak usia 7-18 tahun.
 
"Kami bersama mitra, baik LSM maupun pemasok, berkomitmen mencegah dan mengeliminasi praktik pekerja anak di Lombok. Oleh karena itu, program Rumah Pintar menyediakan ruang belajar dan bermain yang produktif bagi anak-anak di luar waktu sekolah," kata Kepala Hubungan Daerah & CSR Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Sampoerna bersama Koalisi Perempuan Indonesia menggelar Kompetisi Anak di Bencingah, Lombok Tengah. Sampoerna juga menyelenggarakan Festival Rumah Pintar di Selong, Lombok Timur bersama Lembaga Transform. Kedua acara tersebut menampilkan hasil pembelajaran dan keterampilan anak-anak yang beraktivitas di Rumah Pintar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ajang tersebut diharapkan dapat memberi motivasi bagi anak-anak untuk secara aktif terlibat kegiatan yang sesuai dengan usianya," harap Ervin.
 
Sekretaris Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia NTB, Selly Ester Br Sembiring meyakini kegiatan anak-anak di Kompetisi Anak dan Festival Rumah Pintar mampu mengembangkan minat dan bakat sang anak. "Kompetisi Anak adalah ruang untuk saling berbagi pengalaman, tukar pengetahuan dan informasi bagi anak-anak, tutor, pengelola Rumah Pintar, maupun pemangku kepentingan lainnya," jelas dia.
 
Berdasarkan data Lembaga Transform, program Rumah Pintar menjadi tempat bermain dan belajar bagi 7.037 anak atau 74 persen dari total jumlah anak-anak di 14 desa. Adapun daerah yang dipilih untuk lokasi program ini adalah Desa Padamara, Setanggor, Jantuk, Kabar, Rumbuk, Sukadana, Montong Baan, Sakra Selatan, Gelanggang, Bungtiang, Senyiur, Batu Putik, Sepapan, dan Jerowaru.
 
"Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, ternyata program ini mampu mengubah kebiasaan dari 74 persen anak-anak yang dulunya turut beraktivitas di kebun tembakau setelah pulang sekolah. Sekarang, alih-alih pergi ke kebun, anak-anak dapat singgah ke Rumah Pintar untuk mengembangkan minat dan bakat mereka," terang Direktur Lembaga Transform, Suyono.
 
Tak ketinggalan, pemerintah daerah dari Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Tengah, dan Lombok Timur juga ikut memeriahkan kedua gelaran tersebut. Diharapkan seluruh pemangku kepentingan ikut berkolaborasi untuk mencegah keterlibatan pekerja anak di ladang tembakau dan perkebunan lainnya.
 
"Kami percaya bahwa anak-anak memiliki hak untuk bermain dan belajar sesuai usianya. Program Rumah Pintar diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan untuk menunjang perkembangan anak-anak sehingga mampu meningkatan kompetensi generasi muda," tutup Ervin.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif