Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

ODP Bertambah Jadi 169.446, PDP 11.873

Kautsar Widya Prabowo • 16 April 2020 17:20
Jakarta: Pemerintah menyebut masyarakat yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) kembali bertambah. Mereka berada di 34 provinsi dan 202 kabupaten/kota yang terdampak virus korona (covid-19).
 
"Data per (Kamis) 16 April, 169.446 orang masuk ODP dan 11.873 orang masuk PDP," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Kamis, 15 April 2020.
 
Sementara itu, jumlah ODP per Rabu, 15 April 2020, hanya 165.549 dan PDP 11.165 orang. Hal ini menunjukkan ada penambahan 3.897 ODP dan 708 PDP.

Hingga saat ini, pemerintah telah memeriksa 39.706 spesimen. Dari angka ini, 34.975 orang kembali diperiksa. 
 
"(Diperoleh) hasil positif (covid-19)  5.516 orang dan negatif 29.459 orang," ucap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes) itu.
 
Presiden Joko Widodo sempat memerintahkan data terkait covid-19 diintegrasikan. Seluruh data dari pemerintah daerah, kementerian, hingga gugus tugas, harus sama.
 
"Sehingga informasi itu semuanya menjadi jelas dan terdata dengan baik. Harusnya ini setiap hari bisa di-update dan lebih terpadu," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2020.
 
ODP Bertambah Jadi 169.446, PDP 11.873
 
Baca: Seorang PDP di Indramayu Dinyatakan Positif Covid-19
 
Jokowi meminta data jumlah ODP, PDP, pasien positif, hingga pasien meninggal. Data juga menyangkut jumlah warga yang telah melaksanakan tes cepat (rapid test) dan tes reaksi berantai polimerase (PCR).
 
"Semuanya harus ada dan terbuka hasilnya sehingga semua orang bisa akses data ini dengan baik," tegas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>