Jakarta: Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengaku ragu tidak ada penularan covid-19 saat bioskop kembali beroperasi. Pasalnya ketika ada pengunjung yang bersin, virus dapat dengan mudah menyebar dalam ruangan yang ber-AC.
"Kalo tiba-tiba tanpa sengaja, terkontrol atau tidak terkontrol lantas aerosolnya keluar, satu ruangan bisa terpapar," ujar Doni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.
Doni menekankan pembukaan kembali bisokop di tengah pandemi covid-19 memiliki risiko yang tinggi. Gugus Tugas belum memberikan rekomendasi untuk bioskop kembali beroperasi.
"Kami akan coba mengimbau kepada penyelenggara, asosiasi, mohon dipertimbangkan dan mohon sabar dulu lah," ujar dia.
Dia meminta agar Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dapat mempertimbangkan kembali rencana membuka bisokop. Setiap kebijakan yang berpotensi mengundang masyarakat dalam jumlah besar harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Gugus Tugas.
"Kami kan punya pakar, ada kesebatan masyarakat, epidemologis, yang bisa memberikan pertimbangan," kata dia.
Baca: Tiga Kelompok Masyarakat Membandel Protokol Kesehatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan izin agar pengelola bioskop membuka kembali operasionalnya mulai 29 Juli 2020 dengan penerapan protokol yang ketat.
Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan keputusan untuk membuka destinasi ataupun sektor ekonomi kreatif menjadi wewenang pemerintah daerah dengan memperhatikan tiga hal. Yakni status covid-19, kesiapan daerah serta penerapan dari protokol kesehatan itu sendiri.
"Itu yang kita lakukan saat ini, sehingga kapanpun (bioskop) dibuka kita sudah siap. Dengan adanya panduan protokol kesehatan salah satunya di sektor perfilman ini, saya harap industri ini bisa produktif kembali, dari produksinya, bioskopnya dan berbagai macam aktivitas lainnya yang beberapa bulan terhenti," kata Wishnutama.
Jakarta: Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengaku ragu tidak ada penularan covid-19 saat bioskop kembali beroperasi. Pasalnya ketika ada pengunjung yang bersin, virus dapat dengan mudah menyebar dalam ruangan yang ber-AC.
"Kalo tiba-tiba tanpa sengaja, terkontrol atau tidak terkontrol lantas aerosolnya keluar, satu ruangan bisa terpapar," ujar Doni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.
Doni menekankan pembukaan kembali bisokop di tengah pandemi covid-19 memiliki risiko yang tinggi. Gugus Tugas belum memberikan rekomendasi untuk bioskop kembali beroperasi.
"Kami akan coba mengimbau kepada penyelenggara, asosiasi, mohon dipertimbangkan dan mohon sabar dulu lah," ujar dia.
Dia meminta agar Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dapat mempertimbangkan kembali rencana membuka bisokop. Setiap kebijakan yang berpotensi mengundang masyarakat dalam jumlah besar harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Gugus Tugas.
"Kami kan punya pakar, ada kesebatan masyarakat, epidemologis, yang bisa memberikan pertimbangan," kata dia.
Baca:
Tiga Kelompok Masyarakat Membandel Protokol Kesehatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan izin agar pengelola bioskop membuka kembali operasionalnya mulai 29 Juli 2020 dengan penerapan protokol yang ketat.
Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan keputusan untuk membuka destinasi ataupun sektor ekonomi kreatif menjadi wewenang pemerintah daerah dengan memperhatikan tiga hal. Yakni status covid-19, kesiapan daerah serta penerapan dari protokol kesehatan itu sendiri.
"Itu yang kita lakukan saat ini, sehingga kapanpun (bioskop) dibuka kita sudah siap. Dengan adanya panduan protokol kesehatan salah satunya di sektor perfilman ini, saya harap industri ini bisa produktif kembali, dari produksinya, bioskopnya dan berbagai macam aktivitas lainnya yang beberapa bulan terhenti," kata Wishnutama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)